Caption Foto : Kasat Lantas Jombang saat meninjau posyan dan pospam di Jombang

mediapetisi.net – Anggota Satlantas Polres Jombang mulai bersiap menyambut momen Lebaran 2024 dengan menyiapkan 5 pos pengamanan (Pospam) dan 1 pos pelayanan (Posyan) yang tersebar di sejumlah titik yang menjadi lokasi rawan, baik rawan terjadi kemacetan dan rawan kecelakaan.

Kasat Lantas Polres Jombang, AKP Nur Arifin mengatakan untuk memperlancar arus lalu- lintas kendaraan pada momen mudik lebaran, Satlantas Polres Jombang menyiapkan beberapa Pospam dan Posyan. Dengan menyiapkan pospam dan posyan, tingkat kecelakaan berkurang dan kenyamanan pemudik terjamin.

“Untuk arus mudik kita sudah siapkan 5 Pospam dan 1 Posyan. Jadi total ada 6 pos pengamanan lebaran 2024,” terang Arifin. Senin (1/4/2024)

Menurut Arifin, Pospam dan Posyan ini berada di beberapa wilayah mulai dari jalur arteri Surabaya-Madiun dan di sejumlah titik di tol Jombang-Mojokerto. Pertama ada di RTH Mojoagung, Kedua ada di pintu tol Tembelang, ketiga di Rest Area tol 678 A, dan Rest Area 678 B. Sedangkan untuk pospam ada di dekat perlintasan KA Bandarkedungmulyo, dan untuk Posyan sendiri ada di alun-alun Jombang,” jelasnya.

“Sedangkan untuk titik rawan kemacetan berada di dekat pintu perlintasan kereta api Bandarkedungmulyo, tepatnya di Desa Gondangmanis. Titik di sana rawan terjadi macet karena arus kendaraan yang padat. Yang pertama penyebabnya karena padat. Untuk titik rawan macet utama itu ada di perlintasan KA Bandarkedungmulyo.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak PT KAI, dalam sehari terdapat 54 kali KA yang melintas. Sehingga dalam hitungan menit terdapat 1 KA yang melintas dalam rentan waktu 26 menit. Dan setiap kereta melintas itu membutuhkan waktu 7 menit. Jeda waktu itulah yang mengakibatkan kepadatan arus lalu-lintas di sekitar situ.

“Termasuk boottelneck. Jalan yang ada di sisi barat perlintasan KA, terjadi penyempitan jembatan, sehingga membuat kepadatan arus lalu lintas. Nanti kita siapkan pola-pola terdiri dari beberapa level. Kalau nanti kepadatan level biasa, kita akan lakukan skema contraflow. Kalau sudah padat sekali kita ada pengalihan arus. Khusus untuk yang akan ke Nganjuk ataupun Kediri, kita akan alihkan melalui jalur Jatipelem,” pungkas Arifin. (yr)