Caption Foto : Pj Bupati Jombang didampingi Kapolres dan Dandim 0814 saat menyerahkan beras ke warga

mediapetisi.net – Polres Jombang bekerjasama dengan Pemkab Jombang menggelar gerakan pangan murah. Dihadiri Pj Bupati Jombang Sugiat, Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Devid Eko Junanto, Pejabat Utama Polres Jombang dan Kepala OPD. Bertempat di halaman Mapolres Jombang. Jumat (15/3/2024)

Pj Bupati Jombang Sugiat ketika diwawancarai mengatakan gerakan tangan murah di Polres Jombang tersebut dalam rangka untuk mengendalikan inflasi karena harga kebutuhan pokok fenomenanya mahal apalagi bulan puasa dan menjelang Idul Fitri. Kebutuhan meningkat maka harga-harga cenderung naik oleh karena itu kita mengadakan intervensi salah satunya dengan gerakan pangan murah atau operasi pasar.

“Gerakan pangan murah bulan puasa kali ini yakni kebutuhan pokok yang kita jual beras kemudian gula minyak goreng telur dan juga ada Frozen dengan harapan membantu masyarakat. Kita evaluasi pengaruhnya secara langsung harga turun sehingga bisa terbantu. Tetapi saya yakin dengan terus kita lakukan intervensi seperti ini dengan cara terus menerus di pasar maupun gerakan pangan murah tapi nanti akan berpengaruh terhadap harga dengan harapan harga-harga khususnya berat itu semakin terjangkau untuk masyarakat. Kita mesti menjaga karena kalau harga beras itu enggak terlalu rendah ini juga berpengaruh terhadap petani memang ini sebuah dilewati jadi tetap harus seimbang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Jombang mengatakan gerakan pangan murah ini, dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah Kabupaten Jombang untuk masyarakat umum. Minggu ini akan turun Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) masalah bencana alam.

Dalam gerakan pangan murah yang digelar hari ini, pemerintah menyediakan stok 4 ton beras, kemasan 5 kilogram dengan harga jual Rp 51.000 tiap 5 kilogramnya. Selanjutnya, menyediakan 50 kilogram telor, yang dijual dengan harga Rp28.000, per kilogramnya. Selain itu ada minyak goreng yang disediakan stok 90 liter, dengan harga jual Rp33.000, per liternya. Dan menyediakan 100 kilogram gula, yang dijual dengan harga Rp16.000, per kilogramnya.

“Kebutuhan pokok yang kita jual, beras, gula, minyak goreng, telor dan ada juga frozen food, ini dijual hari ini dengan harapan dapat membantu masyarakat,” terangnya

Eko mengingatkan kepada penjual beras agar tidak melakukan penimbunan beras serta tidak menjual beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melebihi harga Eceran Tertinggi (HET). Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah ini harganya jauh di bawah harga pasar.

“Yang jelas ini kebutuhan pokok yang kita jual dibawah harga pasar. Seperti beras medium SPHP dengan harga Rp10.200, ini dari Bulog,” jelasnya.

Wanti salah satu warga Desa Sengon Jombang menyampaikan, Ia sengaja datang jauh-jauh ke Polres Jombang, untuk mengantri membeli beras SPHP, yang harganya lebih murah daripada beras di pasar.

“Dari Sengonmau beli beras di sini. Harganya lebih murah daripada di pasar yang harganya masih Rp 15.000 per kilogramnya. Kalau di sini harganya Rp 51.000, itu dapat 5 kilogram. Saya datang sejak awal karena ingin kebagian beras murah yang disediakan oleh pemerintah itu. Nantinya beras murah itu akan dimasak buat makan untuk keluarganya,” tandanya. (yr)