Caption Foto : Petugas saat memperbaiki jalan

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang. melaksanakan kegiatan Lapis Penetrasi Makadam (LAPEN) di beberapa titik yang tersebar di Wilayah Kabupaten Jombang. Salah satu pekerjaan Lapen yaitu di Ruas Jalan Desa Kedungpari sampai Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang Bayu Pancoroadi ketika dikonfirmasi mengatakan Dinas PUPR Jombang melaksanakan kegiatan Lapis Penetrasi Makadam (LAPEN) di beberapa titik yang tersebar di Wilayah Kabupaten Jombang. Salah satu pekerjaan Lapen yaitu di Ruas Jalan Desa Kedungpari sampai Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno.

“Lapis Penetrasi Makadam (LAPEN) merupakan lapis perkerasan yang terdiri atas agregat pokok dan agregat pengunci bergradasi seragam yang diikat oleh aspal dengan cara disemprotkan di atas agregat pokok dan pemadatannya dilakukan lapis demi lapis,” ujar Bayu Pancoroadi. Kamis (15/2/2024)

Menurut Bayu, Lapen sebagai salah satu jenis pekerjaan jalan beraspal yang dilaksanakan dengan sistem penyiraman Lapis Penetrasi Makadam atau dikenal dengan istilah LAPEN (Bina Marga, 1983). LAPEN tersebut sampai saat ini sudah diaplikasikan di daerah – daerah yang lalu lintasnya relatif rendah, dan menjadi referensi dalam Spesifikasi Umum Bina Marga.

“Sebelum menggunakan lapis permukaan, maka agregat pengunci dipadatkan. Setelah itu, diberi siraman aspal kemudian diberi agregat penutup dan dipadatkan,” terangnya.

Sedangkan gregat terdiri dari batu pecah berupa agregat kunci dan agregat penutup yang bersih, keras dengan kualitas seragam dan bebas dari kotoran lempung, dan bahan lainnya. Sementara, agregat kasar berupa lapisan utama yang berada dalam batas-batas agregat ukuran nominal 2,5cm – 6,25 cm yang tergantung kepada ketebalan lapisan dengan ukuran sepertiga tebal rencana. Untuk agregat kunci lapisan utama harus lolos saringan 25 mm tetap tidak boleh lebih dari 5% akan lolos dari saringan 9,5mm.

“Dilakukannya Lapis Penetrasi Makadam (LAPEN) untuk peningkatan jalan. “Dengan kegiatan Lapen diharapkan masyarakat desa sekitar dapat menikmati jalan desa tanpa terganggu lubang ataupun batu – batu,” tandas Bayu. (yr)