Caption Foto : Kepala MTs Al-Hikam Jatirejo saat ditemui di ruang kerjanya
mediapetisi.net – MTs Al-Hikam Jatirejo Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.
Untuk mencapai Adiwiyata Mandiri semua warga madrasah termasuk kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, wali murid, dan masyarakat sekitar terlibat dalam mensukseskan program mengenai lingkungan sehingga penyusunan, aksi, serta evaluasi harus sesuai.
Sedangkan, untuk guru sendiri membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang memuat 6 aspek gerakan perduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah PBLHS yakni kebersihan meliputi drynase dan sanitasi, penanaman dan perawatan tanaman, pengolahan sampah, konservasi energi, konservasi air, dan konservasi inovasi.
“Awalnya membuat perencanaan program termasuk gerakan perduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah (PBLHS) yaitu gerakan apa saja yang akan dilakukan dalam waktu 1 tahun. Kemudian, diadakan sosialisasi kepada masyarakat sekitar dan wali murid,” terang Kepala MTs Al-Hikmah Jatirejo Maftuhah Mustiqowati saat ditemui di ruang kerjanya. Selasa (24/10/23).
Disamping itu, ada ekstra Adiwiyata yang mendukung 6 aspek tersebut. Siswa sangat antusias adanya program Adiwiyata yang selama ini dijalankan karena manfaat diperoleh siswa akan dirasakan sendiri seperti belajar ditempat sejuk, bersih, dan ramah lingkungan
“Sedangkan, peran serta siswa ialah dengan membentuk Pokja, setiap aspek gerakan PBLHS terdapat masing-masing Pokja. Pokja tersebut berhasil menciptakan beberapa karya inovasi diantaranya, pembalut ramah lingkungan, sabun ekoenzim, sabun jelantah, teh tin, sabun tin, tas dari kain perca, dan ekobrik,” jelas Maftuhah.
Lebih ditekankan lagi ialah pengolahan sampah, sebab tidak mungkin bisa lepas dari bahan plastik. Mengenai pengolahan sampah setiap kelas disediakan 3 kantong plastik, dimana kantong plastik tersebut digolongkan yakni kantong kertas, kantong plastik bersih, kantong botol. Lalu, disedekahkan ke Pokja sampah setiap hari Jum’at. Setelah itu, sampah plastik tersebut di olah menjadi barang unik seperti ekobrik dan kaligrafi dari plastik, untuk sampah kertas diolah menjadi bubur kertas.
Selain itu, juga mengadakan bimbingan Adiwiyata untuk siswa baru, dibimbingan ini akan dijelaskan apa yang dimaksud Adiwiyata dan apa saja yang perlu dilakukan. Kedua, kegiatan ngaji khusus lingkungan yang didalamnya dijelaskan bahwasanya 6 aspek ini dilakukan oleh Rasullullah, diterangkan bagaimana Rasul menghemat air. Berhubung ini Madrasah jadi lebih ditekankan ke spiritual agama.
“Harapan saya, siswa mempunyai karakter perduli lingkungan dengan merawat tanaman, mengolah sampah menjadi barang manfaat, dan menjaga lingkungan supaya tetap bersih agar siswa bisa bersyukur masih bisa menikmati lingkungan yang bersih,” pungkas Maftuhah. (iin)










