Caption Foto : Bupati Jombang bersama Kepala Dinkes dan peserta Workshop

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas kesehatan gelar Workshop dokter umum pelatihan tatalaksana cerdas penting untuk dokter umum pada fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Jombang. Diikuti  34 dokter dari Puskesmas, dokter spesialis anak dari 15 rumah sakit se Kabupaten Jombang.  Dihadiri oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab, Kepala DPPKB PPPA, Kepala Bappeda, Direktur RSUD Jombang, Direktur RSUD Ploso, Ketua organisasi profesi IDAI, IDI, PERSAGI, IBI. Bertempat di hotel Fatma kabupaten Jombang. Selasa (18/07/23)

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang drg. Budi Nugroho menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka penurunan stunting di Kabupaten Jombang. Dinas kesehatan tidak hanya bekerjasama dengan OPD terkait melainkan lintas sektor termasuk dari perusahaan untuk mengeluarkan CSR nya.

“Karena stunting ditargetkan 14% di tahun 2024. Di bidang kesehatan sebanyak 30% merupakan intervensi spesifik dan sisanya intervensi sensifif. Intervensi sensifif dari lintas OPD dan dan lintas sektor sedangkan dinas kesehatan dan tim kesehatan itu yang intervensi spesifik. Kegiatan ini diantaranya untuk menempuh intervensi spesifik maka dari itu mengundang dokter umum di seluruh Puskesmas se-kabupaten Jombang guna mendeteksi dan menangani terkait balita yang periksa di puskesmas tersebut,” terangnya.

Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menurunkan stunting sekecil mungkin. Minimal di Posyandu mendeteksi dari awal, namun ada balita berat badannya turun maka harus diberi penyuluhan agar di bulan berikutnya berat badannya bisa naik sesuai dengan usianya. Sedangkan, jika berat badan tidak naik hingga 2 sampai 3 kali maka akan menuju ke gizi buruk, akhirnya akan jatuh ke stunting.

“Penanganan stunting dimulai dari hulu hingga hilir, yakni mulai dari remaja. Tidak pada saat anak ini dilahirkan  hingga menginjak umur 2 tahun, tetapi sejak remaja harus dijaga, bayi tidak mengalami stunting bisa dilihat dari berat badan minimal 2.500 gram dan tinggi 48 cm. Waktu usia 2 tahun harus lolos dari stunting karena umur 2 tahun keatas jika terkena stunting akan sulit untuk disembuhkan. Upaya untuk mencegah stunting dimulai dari remaja, jangan sampai mengalami anemia dan kekurangan energi kronis (KEK),” jelas drg. Budi.

Sementara itu, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan, untuk mencegah agar supaya para remaja tidak mengalami anemia dan KEK yaitu minum tablet tambah setiap hari pada saat haid, dan tidak pada waktunya haid minum 1 Minggu sekali serta mengonsumsi sayuran dan buah-buahan sementara KEK ditandai dengan lingkar lengan sebelah kiri kurang dari 23,5 cm. Jika pada saat hamil mengalami anemia dan KEK akan mempunyai resiko, jadi balita stunting berawal dari ibu yang beresiko. Disamping menurunkan stunting juga menurunkan kematian ibu dan bayi.

“Sedangkan tindaklanjut dari kegiatan ini yakni pelaporan online dari puskesmas setiap bulan melalui E-PPBGM. Saya berharap bisa menurunkan stunting, kematian ibu dan bayi sesuai yang diharapkan pemerintah,” pungkasnya. (iin)