Caption Foto : Ketua TP PKK Kecamatan Jogoroto dan pengurus bersama nara sumber 

mediapetisi.net – Tim Penggerak PKK Kecamatan Jogoroto melaksanakan pemantapan bidang kesejahteraan keluarga. Dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK desa, Kepala Bidang Umum, Pokja 4 lingkup desa, serta segenap pengurus PKK kecamatan Jogoroto. Bertempat di Pendopo Kecamatan Jogoroto kabupaten Jombang. Kamis (08/06/2023)

Ketua PKK kecamatan Jogoroto Susi Indraswari ketika diwawancarai mengatakan, kegiatan pleno PKK kecamatan merupakan acara rutin yang diadakan setiap bulan diikuti 11 desa yang ada di kecamatan Jogoroto. Kegiatan ini terkait Pokja 4 yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. 

Caption Foto : Nara sumber saat pemaparan

“Di sini dijelaskan mengenai penyakit menular dan tidak menular seperti penyakit menular dan tidak menular apa saja, cara pencegahan, dan bagaimana penyebarannya. Tentang materi penyakit tidak menular narasumbernya berasal dari PKK kecamatan, sedangkan untuk materi penyakit menular narasumbernya dari KDS JCC plus Jombang dibidang isu HIV,” terangnya.

Lanjut Susi, kegiatan tersebut diselenggarakan karena penyebaran penyakit tersebut di wilayah Jogoroto terbilang lumayan. Materi terpenting dari kegiatan rapat pleno tersebut adalah cara penyebaran penyakit menular yaitu dari cairan kelamin, cairan darah, cairan air susu.

“Sehingga ketika menjumpai tetangga, saudara, dan keluarga terkena penyakit menular untuk tidak dijauhi dan dikucilkan tetapi berikan dukungan dan motivasi. Tidak hanya itu, lebih ditekankan kembali yaitu virus HIV. Virus HIV adalah penyakit yang tidak bisa mati berbeda dengan flu, kalau virus HIV tersebut akan dimatikan sementara dengan cara minum obat secara teratur, dan tidak bisa prediksi lamanya minum obat,” jelas Susi.

Sementara itu, agar supaya TP PKK kecamatan dan desa lebih paham dan tidak salah mengartikan tentang penyakit menular dan tidak menular.Menindaklanjuti dari kegiatan rapat pleno tersebut adalah pemerintah desa harus mau menyebar luaskan materi yang disampaikan terkait penyakit menular dan tidak menular melalui rapat pleno desa setiap bulan. Misi dari PKK tidak sekedar arisan, tetapi dikemas menjadi pertemuan mempunyai nilai seperti pengetahuan dan informasi. 

“Harapan saya, ibu-ibu PKK teredukasi masalah virus HIV, lebih respect terhadap orang terkena virus HIV, dan tidak mengucilkan,” pungkas Susi. (iin)