Caption Foto : Kepala Dinas Pertanian Jombang Much Rony saat diwawancarai

mediapetisi.net – Dinas Pertanian Kabupaten Jombang support petani kopi guna menjaga hasil kopi yang berkualitas. Seperti pembibitan kopi di Kabupaten Jombang dilaksanakan oleh masing -masing petani kopi.  Para petani kopi di Kabupaten Jombang saat ini sudah terbiasa melakukan perbanyakan bibit kopi melalui sistem klonal (stek).

“Seperti yang kita ketahui, kopi adalah tanaman tahunan. Untuk panen raya kopi di Kabupaten Jombang biasanya pada bulan agustus dimana kondisi kopi sudah petik merah. Panen tersebut bahkan diperkirakan bisa sampai bulan november. Namun, kopi juga tetap panen pada bulan lain, hanya saja jumlah yang dipanen tidak sebanyak panen raya,” terang Kepala Dinas Pertanian Jombang Much Rony saat ditemui di kantornya. Selasa (11/4/2023)

Sedangkan untuk mendongkrak pengembangan dan kualitas kopi di Kabupaten Jombang, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang memberikan sosialisasi kepada para petani kopi. Selain sosialisasi, para petani juga di fasilitasi dengan sarana budidaya sampai bantuan pasca panen.

“Sejak tahun 2017 kita melaksanakan kegiatan sosialisasi, dari budidaya kopi sampai dengan penanganan pasca panen, termasuk dengan indikasi geografis kopi. Dengan tujuan agar jenis kopi lokal di Kabupaten Jombang tidak dimiliki oleh kabupaten lain yakni kopi excelsa,” jelas Rony.

Selain itu, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang juga telah memberikan support kepada para petani berupa pemberian alat bantu. Salah satunya pada tahun 2017 telah memberikan bantuan alat gunting pangkas sejumlah 250 unit, tahun 2018 telah memberikan bantuan mesin pulper pengupas kulit kopi sebanyak 5 unit. Sedangkan tahun 2019 dibagikan moisture meter (mesin pengukur kadar air kopi) untuk 5 poktan (kelompok tani) dan bantuan mesin pengering kopi sebanyak 5 unit ke 5 poktan, tahun 2020 mesin huller 2 unit, terpal 100 lembar, 50 hester elektrik. Pada tahun 2021 telah diberikan pasca panen pengolahan kopi seperti roasting (alat pemanggang kopi), glinder (alat penghalus kopi) dan sealer.

“Bahkan ketika panen, petani juga difasilitasi. Beberapa kali pelaku usaha kopi juga dilibatkan di pameran mulai dari inagrow (Investment agrobisnis khusus produk perkebunan) mewakili Jatim. Ketika Jatim fair, dan pameran di Sumedang. Petani milenial juga telah dikirimkan untuk pelatihan bagaimana penanganan kopi pasca panen yang benar. Dan nantinya bisa menjadi penggerak ke para petani kopi yang lain,” papar Rony.

Rony berharap pelaku usaha kopi di Jombang lebih bersemangat untuk berkembang dan bersaing menghasilkan produk kopi yang berkualitas. Dari tahun 2021-2022 kopi sudah mulai tumbuh berkembang dan saat ini kopi sedang ramai peminat sehingga banyak bisnis kopi yang bertebaran di sepanjang jalan. 

“Karena dengan uang 3 juta rupiah, Franchise kopi sudah bisa didapatkan. Hal tersebut menggerakkan para milenial, termasuk inisiasi di Wonosalam yang bernama Asosiasi Kopi Wonosalam. Ketika tren minum kopi menjadi naik, sehingga menjadi peluang Kabupaten Jombang memberikan support untuk petani dalam rangka mengembangkan kopi yang ada di Wonosalam,” tandasnya. 

Perlu diketahui, Luas area dan produksi kopi di Kabupaten Jombang diantaranya yakni kopi Àrabika dengan luas area 117,2 ha dan jumlah produksi 55,1 ton, kopi Robusta dengan luas area 1176,4 ha dan jumlah Roduksi 800 ton, sedangkan kopi Excelsa dengan luas area 658 ha dan jumlah produksi 388,2 ton. (lis)