Caption Foto : Kepala Disdagrin, Kabid Perindustrian bersama para IKM
mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) melaksanakan koordinasi sinkronisasi dan pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana industri dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Suwignyo. Diikuti oleh 50 peserta IKM yang dibagi menjadi 2 gelombang masing-masing gelombang terdapat 25 peserta. Bertempat di Aula Kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Suwignyo mengatakan meningkatnya pembangunan sumber daya industri merupakan bagian dari pelaksanaan pembangunan yang terus digalakkan. Sehingga Disdagrin Jombang melaksanakan koordinasi sinkronisasi dan pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana industri agar IKM di wilayah kabupaten Jombang yang terdaftar guna menyikapi merk, nanti akan mendapat merk dimasing-masing produknya.
“Sedangkan produk IKM yang dapat dipasang dan mempromosikan produk tersebut sampai ke luar negeri, hal tersebut menjadi harapan kami untuk kedepannya,” terangnya.
Lanjut Suwignyo, kegiatan tersebut diikuti oleh 25 peserta, sebab dalam 1 tahun telah dianggarkan sebanyak 50 orang, dibagi menjadi 2 gelombang masing-masing gelombang terdapat 25 peserta. Sedangkan pelaksanaan kegiatan tersebut tentang program perencanaan pembangunan industri kegiatan berevaluasi program industri.
“Kegiatan hari ini masuk dalam kategori kegiatan motivasi sinkronisasi dan pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana industri dan menjadi salah satu kegiatan rutin di Dinas Perdagangan dan Perindustrian,” jelasnya.
Tentang masalah HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) harus mempunyai bidang pangan termasuk dengan adanya kualitas dari inter kerja. Ketika produk kedaluarsa sehingga dengan HaKI ini moderisasi sesuai dengan kondisi yang ada, serta terjamin kebenarannya baik dari perijinan, dan kualitas yang dihasilkan,” jelasnya.
Disdagrin Jombang terus melakukan suatu pembinaan baik berupa pelatihan maupun bantuan yang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian para pelaku usaha agar kondisi usaha yang sedang dijalankannya dapat meningkat baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.
“Apalagi HaKI sudah punya sehingga hal tersebut akan menghasilkan nyaman dalam bekerja, tidak ada komplek sebab produk tersebut telah aman. Harapan kedepan sekiranya tidak faham diperbolehkan bertanya sehingga ketika pulang tidak ada kebingungan,” pungkas Suwignyo. (iin)










