Caption Foto : Kepala Bakesbangpol Jombang Anwar saat sambutan

mediapetisi.net – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) gelar sosialisasi ketahanan ekonomi, sosial, budaya, pencegahan narkotika, kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan di daerah dengan tema “Implementasi wawasan nusantara di bidang sosial budaya pada masyarakat Kabupaten Jombang”. Dihadiri Kepala Bakesbangpol, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jombang, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jombang, Camat Jombang, Kepala Desa Mojongapit Jombang. Bertempat di Gedung Serbaguna Desa Mojongapit Kecamatan/Kabupaten Jombang. Senin (27/02/2023) 

Kepala Bakesbangpol Jombang Anwar menyampaikan, sosialisasi ketahanan ekonomi, sosial, budaya, pencegahan narkotika, kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan di daerah  bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait kerukunan antar umat beragama. 

“Kabupaten Jombang sebenarnya rukun antar umat beragamanya sudah rukun, tetapi hanya ada sedikit-sedikit permasalahan yang mungkin kurang dipahami. Maka dari itu kami mengadakan kegiatan tersebut, Sehingga nanti masyarakat akan mendapat materi dari beberapa narasumber yang memang sudah pakarnya,” ungkapnya.

Lanjut Anwar, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan Kabupaten Jombang bisa semakin rukun antar umat beragama bukan berarti rukun menjalankan ibadahnya tetapi rukun kerukunan bersosialisasi atau bermasyarakatnya. “Kegiatan ini diikuti oleh 117 peserta, harapan kami setelah acara ini nanti masyarakat yang ikut serta menjadi peserta bisa menyampaikan informasi atau pemahaman yang telah diberikan oleh narasumber pada masyarakat lainnya yang tidak mengikuti kegiatan hari ini sehingga bisa terwujud kerukunan antar umat beragama yang lebih baik lagi,” terangnya.

Ditempat sama, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jombang, Subaidi Muchtar selaku narasumber memaparkan materi terkait Ancaman Hambatan Tantangan dan Gangguan (AHTG) terhadap negara penting untuk disampaikan dimana yang hari ini Jombang semakin tak terkendali dan semua pihak perlu melakukan waspada diri terhadap AHTG. 

“Terorisme dan radikalisme, sikap intolerant itu yang memang sangat mengganggu. Untuk mencegah hal tersebut seluruh elemen masyarakat harus bisa menjaga diri dan mensosialisasikan semangat kebangsaan, nasionalisme, dan wawasan nusantara,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Subaidi juga berharap sosialisasi tersebut bisa semakin menyadarkan elemen-elemen masyarakat terhadap bahaya dari Anasir AHTG, sebab hal tersebut bukan hanya tanggung jawab negara tapi juga tanggung jawab semua elemen masyarakat, organisasi masyarakat, organisasi politik, kelompok – kelompok profesional dan lainnya karena bisa mengancam semua orang.

“Sikap intolerant dan radikalisme itu siapapun yang berbeda dengannya maka dianggap musuh. Intolerant dan radikalisme itu bisa bermacam-macam karena faktor ideologi, faktor agama, bisa juga berdasarkan ras. Maka dari itu seluruh elemen masyarakat harus bisa waspada diri,” pungkasnya. 

Dalam sosialisasi ketahanan ekonomi, sosial, budaya, pencegahan narkotika, kerukunan umat beragama dan penghayat kepercayaan di daerah tersebut juga di narasumberi oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jombang, KH. Munif Khusnan terkait kerukunan umat beragama. (lis)