Caption Foto : Bupati Jombang saat sambutan
mediapetisi.net – Seminar Internasional mengambil tema “Kepeloporan KH. Wahab Chasbullah Dalam Komite Hijaz dan Pengaruhnya Terhadap Dunia Keislaman”. Dihadiri Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Ketua Majelis Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, Dubes RI untuk Tunisia, Dubes RI untuk kerajaan Saudi Arabia, Para Kyai dan Alim ulama serta keluarga besar Almaghfurlah KH. Wahab Chasbullah. Bertempat di Pendopo kabupaten Jombang. Minggu (05/02/2023)
Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan, KH. Abdul Wahab CHasbullah merupakan salah satu ulama besar di Indonesia dan juga merupakan inspirator pendiri dan penggerak Nahdlatul ulama serta pahlawan nasional. Serta mempunyai visi untuk menegakkan ajaran Islam di tengah-tengah masyarakat melalui prinsip ahlussunnah Wal jamaah.
KH. Wahab Chasbullah secara konsisten memperjuangkan agama Islam dan syiar Islam di Indonesia semasa hidupnya. Ketokohan beliau dalam bidang agama dan pendidikan keagamaan tidak hanya dikenang dalam lingkup keluraga. Pelopori Komite Hijaz yang dibentuk pada tahun 1924 sampai dengan 1925, pembentukan komite tersebut merupakan respon atas ancaman kebijakan anti pluralitas mazhab yang akan digulirkan oleh Ibnu Saud seorang raja Majat yang monolitik pandangan bermadzabnya.
“Ketokohan dan keilmuan yang dimiliki beliau telah diakui sejumlah kalangan apalagi di lingkungan organisasi NU. KH. Wahab Chasbullah merupakan pencetus dasar-dasar kepemimpinan dalam organisasi NU,” ungkap Bupati.
Menurut Bupati, KH. Wahab Chasbullah telah mencontohkan kepada generasi penerus bahwa prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat dapat dijalankan dalam nuansa keberagaman. Dengan prinsip kebebasan berpikir dan berpendapat kaum muslim justru akan mampu memecahkan problem sosial kemasyarakatan dengan pisau analisis.
“Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati saya mengajak para kyai dan ulama dan seluruh kaum muslimin untuk secara bersama-sama meneruskan perjuangan KH. Wahab Chasbullah guna mewujudkan kesalehan sosial baik secara individual maupun secara kolektif, karena tanggung jawab membangun bangsa bukan merupakan tanggung jawab pemerintah semata. Saya juga mengajak para hadirin untuk selalu menyebarkan ajaran Islam rahmatan lil alamin yakni ajaran lebih mengedepankan nilai toleransi dan moderat,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Ponpes Bahrul Ulum Wafiyul Ahdi menyampaikan, seminar internasional merupakan ide spontan yang berada di pondok pesantren Bahrul ulum untuk mengikuti bersama-sama meramaikan peringatan 1 abad Nahdlatul ulama. Selain itu untuk mengingat peran-peran ulama.
“Utusan dari Rektor UINSA dan UIN Maliki mengirim mahasiswa dan mahasiswi internasionalnya untuk hadir diforum ini. Diucapkan terimakasih kepada Lesbumi pengurus besar Nahdlatul ulama telah mendukung kegiatan ini dan mengirimkan foto serta dokumen komite Hijaz dan kita merasa tersanjung sebab sudah dikirimkan foto dokumen komite Hijaz tersebut, karena foto tersebut langka dan tidak banyak dipublikasikan,” ucapnya.
Di tempat yang sama Ketua Majelis Pengasuh Ponpes Bahrul Ulum Bunyai Mahfudha Wahab menyampaikan, Sebagai majelis pengasuh dalam rangka menyambut resepsi 1 abad NU, sedikit mengulas tentang kembali pemimpin Hijaz yakni KH. Wahab Chasbullah. Terdapat tugas utama dari pemimpin Hijaz yaitu untuk tetap memberlakukan kebebasan dan bermazhab, meminta kepada Ibnu Saud agar tempat bersejarah tetap diramaikan karena tempat tersebut telah diwaqafkan untuk majelis. Setiap menjelang haji tiba hal Ibad mengenai haji harus menyeluruh ke seluruh dunia, memohon ke semua hukum untuk yang ditakuti oleh Hijaz ditulis sebagai undang-undang adat agar tidak terjadi pelanggaran hanya karena belum tertulisnya undang-undang tersebut.
Kemudian delegasi komite Hijaz meminta jawaban tertulis menjelaskan bahwa utusan telah menghadap raja Najat dan telah menyampaikan pendapat tentang NU. Kejadian tersebut letak bagian terjadinya hidup bisa berjalannya dan berkembangnya










