Caption Foto : Kepala Disdikbud Senen bersama Sekcam, Kasek dan Perwakilan Polsek dan Koramil 

mediapetisi.net – Bertepatan Hari Ulang Tahun SMP Negeri 2 Jogoroto ke 25, Deklarasi bullying dan tindak kekerasan di dalam dan di luar sekolah dipimpin oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Jombang Senen. Dihadiri Sekcam Jogoroto, Perwakilan Polsek dan Koramil Jogoroto, Kepala Puskesmas danKomite sekolah. Bertempat di halaman sekolah SMP Negeri 2 Jogoroto. Jumat (27/01/23)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Senen ketika diwawancarai mengatakan, Kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Hari Ulang Tahun SMP Negeri 2 Jogoroto ke-25. Rangkaian Kegiatan dilakukan selama 3 hari. 

“Kemarin hari Kamis tanggal 26 Januari 2023 telah dilaksanakan Expo dihadiri oleh 16 sekolah diantaranya adalah sekolah SMK swasta dan Man 8. Kedua sekolah tersebut datang dengan membawa LED mini, LED praktek atau bengkel ,dan menunjukkan kepada anak-anak kami baik dari kelas 7, 8, 9. Dengan tujuan untuk memberikan informasi, pengetahuan, dan mengedukasi anak-anak. Bahwa setelah lulus nanti atau berbagai jurusan mana ia pilih, disukai, diminati, dibakati gambarannya sudah dibuka mulai sekarang,” terangnya.

Perlu diketahui, untuk kegiatan terakhir yaitu besok hari Sabtu tanggal 28 Januari 2023 akan dilaksanakan kegiatan Gebyar P5 profil project penguatan pelajar Pancasila dengan tema kewirausahaan. Sehingga, besok ada bazar ekonomi kreatif, anak-anak membuat produk berupa makanan minuman atau produk lain untuk dijual kepada teman sendiri dan juga mengundang orang tua siswa kelas 7 untuk menunjukkan bahwa putra-putrinya bisa membuat suatu produk, dikemas dengan baik sehingga menarik untuk dijual. 

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kewirausahaan yang suatu saat akan bisa dipakai. Dan suatu saat bisa menjadi pengusaha. Kita masukkan jiwa enterpreneur supaya bisa sehingga wawasan siswa akan terbuka lebih awal dan untuk kegiatan P5 ini sendiri sudah masuk di kurikulum merdeka,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Jogoroto Edi Purnomo, ketika diwawancarai mengatakan, Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk meredam menghindari meminimalisir kegiatan atau istilahnya hal-hal mengarah kepada bullying dan tindak kekerasan di sekolah. Sekolah SMPN 2 Jogoroto ada kejadian beberapa baik itu tingkat kecil dan tingkat besar. 

“Hari ini juga ada kegiatan gowes bareng. Selain berolahraga gowes bareng mempunyai tujuan yaitu ayo kembali bersekolah dengan bersepeda pancal. 

Dengan kesederhanaan tersebut selain badan sehat juga hemat karena tidak memerlukan BBM. Kami berharap bullying dan tindak kekerasan di sekolah akan hilang walaupun itu juga masih harus dikawal terus oleh semua pihak sekolah,” harapnya.

Arahan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah cukup komplot artinya bullying yang ada di sekolah ini jika tidak ditangani secara serius akan berdampak lebih luas. Sehingga Kepala Dinas berpesan untuk segera dihentikan bullying dalam bentuk sekecil apapun harus dihentikan karena akan berdampak kemana-mana termasuk pindah kekerasan dan akan mengarah ke proses hukum, pungkas Edi. (iin)