Caption Foto : Bupati didampingi Wabup dan Forkopimda saat meresmikan Taman Informasi Jombang
mediapetisi.net – Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab didampingi Wakil Bupati Jombang Sumrambah dan Forkopimda Kabupaten Jombang meresmikan Taman Informasi Kabupaten Jombang di Perempatan Tugu, Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang, sekaligus mengkampanyekan gerakan pengurangan penggunaan plastik saat pelaksanaan Car Free Day (CFD). Minggu (20/11/2022)
Peresmian Taman Informasi ditandai pengguntingan rantai melati oleh Bupati Jombang. Hadir juga Sekretaris Daerah, Staf Ahli, Kepala Bappeda, Kepala DLH, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PUPR, Ketua TP-PKK, Ketua DWP, Ketua Persit dan Camat Jombang.
Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan bahwa Taman Informasi Kabupaten Jombang menjadi taman yang bermanfaat, terutama sebagai tempat interaksi masyarakat juga edukasi. Sebelumnya sudah ada Kebon Ratu, juga Alun Alun. Selain sebagai wahana edukasi juga ajang untuk berekspresi bagi para pelajar apalagi sekarang panggungnya setiap Minggu selalu diisi dengan kegiatan – kegiatan positif.

Caption Foto : Bupati membagikan kantong ramah lingkungan kepada pengunjung CFD bersama Wakil Bupati Sumrambah, dan pejabat yang hadir.
“Bedanya di Taman Informasi ada Videotron yang menayangkan program Pemerintah Kabupaten Jombang, juga ada fasilitasi panggung space kecil untuk berekspresi bagi pelajar juga komunitas. Selain itu bisa dimanfaatkan untuk umum dan diprioritaskan sarana edukasi masyarakat saat Car Free Day atau Car Free Night sesuai jadwal,” terangnya.
Sedangkan untuk memakai Taman Informasi caranya mengajukan surat permohonan penggunaan Taman Informasi melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang. Sehingga diharapkan ada yang bertanggung jawab terhadap keamanan, ketertiban pengelolaan sampah, parkir dan fasiltas umum yang ada.
“Apalagi Taman Informasi ini sebagai media komunikasi dari pemerintah Kabupaten Jombang kepada masyarakat karena video yang di tayangkan adalah video yang informatif. Untuk itu, mari kita jaga bersama sama fasilitas umum yang ada di Taman Informasi juga taman yang lainnya. Tetap jaga ketertiban keamanan, juga kebersihannya,” pesan Bupati Mundjidah.
Usai peresmian Taman Informasi dilanjutkan Kampanye Pembatasan Plastik Sekali Pakai oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang sesuai Perbup Jombang No 56 tahun 2022 tentang Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai di Kabupaten Jombang.
Penggunaan Plastik Sekali Pakai (PSP) langsung buang menjadi penyebab pencemaran plastik skala besar di alam. Ditambah lagi, tidak semua plastik memiliki nilai untuk didaur ulang, bahkan secara global hanya 9% plastik yang didaur ulang.
“Mari kita bersama ikut berperan membatasi penggunaan Sampah Plastik sekali pakai yaitu mengurangi kantong plastik, sedotan plastik, dan Styrofoam serta ikut terlibat dalam pengawasan implementasi Perbup ini. Perbup ini mari terus kita sosialisasikan ke masyarakat,” ajak Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jombang Miftahul Ulum mengatakan Taman Informasi tersebut bukan hanya sekedar taman biasa. Bukan sekedar pajangan untuk keindahan kota, tetapi merupakan taman yang multiguna. Tetapi taman tersebut merupakan taman aktif, taman yang bisa untuk berinteraksi atau berkegiatan didalamnya, bisa sambil duduk dan melihat informasi.
“Selain itu, masyarakat bisa mengakses lokasi untuk menyelenggarakan kegiatan. Pemkab Jombang tidak memungut biaya untuk setiap penyelenggaraan kegiatan, alias gratis. Hanya butuh registrasi perizinan. Hal itu dilakukan agar bisa diatur jadwal kegiatannya, biar gak benturan,” tandasnya.
Kalau sampah pelayanan tingkat kabupaten, di kawasan kota diangka hampir 100%. Dikabupaten memang belum, karena jarak dari kecamatan ke kecamatan yang lain cukup jauh. Sedangkan untuk desa-desa dan kecamatan yang belum tertangani TPS 3R. Itu akan dibangun, masyarakat yang mengelola sampahnya yang kita ambil.
“Jadi, daftar bukan sekedar mengatur tidak sampai menumpuk begitu saja. Pengurangan sampah sekarang sudah diangka 13%. Didepan mergester diangka 15%. Pengurangan sampah kita tidak bisa pemerintah sendiri. Kita mengandalkan masyarakat, dunia usaha termasuk lingkungan,” pungkas Ulum. (lis)









