Caption Foto : Petugas dari PUPR Jombang saat menutup jalan berlubang

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang terus berupaya untuk menjaga kualitas sarana penghubung. Selain menerjunkan unit reaksi cepat (URC) yang setiap hari melakukan penambalan lubang jalan. Termasuk pula, mengoptimalkan ruang milik jalan (Rumija) di sejumlah ruas yang ada di Kota Santri.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang Bayu Pancoroadi mengatakan melalui bidang bina marga PUPR terus berupaya untuk menjaga kualitas sarana penghubung. Selain menerjunkan unit reaksi cepat (URC) yang setiap hari melakukan penambalan lubang jalan. Hal tersebut merupakan untuk menjawab tanggung jawab terkait pemeliharaan jalan, pihaknya dalam bulan Juni telah melakukan serangkaian kegiatan.

“Tanggung jawab untuk menjaga kualitas jalan, memang diemban oleh Dinas PUPR. Olehnya, dalam bulan Juni kami telah melakukan serangkaian kegiatan pemeliharaan,” terang Bayu saat ditemui di kantornya. Rabu (15/6/2022)

Lanjut Bayu, selain memiliki kegiatan rutin, yakni memberangkatkan tim URC yang setiap hari melakukan penambalan lubang jalan. Saat ini Dinas PUPR tengah mengoptimalisasikan ruang milik jalan di sejumlah ruas. 

“Untuk hari ini kegiatan perawatan ruang milik jalan kami lakukan di ruas Mojoagung – Mojoduwur. Kegiatan serupa juga sudah kami lakukan di ruas Brambang – Diwek, serta jalan raya Cukir – Godong,” jelasnya. 

Dari beberapa perawatan ruang milik jalan yang saat ini tengah ditangani tim. Kondisi bahu jalan ditumbuhi oleh rumput liar, dan masuk dalam kategori tidak maksimal.

“Rata-rata kondisi bahu jalan hampir sama di sejumlah ruas ruang milik jalan yang ditangani. Yakni mulai ditumbuhinya rumput liar, sehingga fungsinya tidak dapat optimal,” ujar Bayu.

Tidak hanya itu, kondisi tadi ditambah dengan munculnya genangan air, terlebih sampai saat ini masih dalam musim penghujan. Sedangkan munculnya genangan air sangat berdampak negatif terhadap kondisi aspal. Sebab saat dilalui kendaraan dengan tonase berat, aspal jalan dipastikan mengalami kerusakan. Untuk memaskimalkan hasil pekerjaan, bidang Bina Marga berkolaborasi dengan bidang Sumber Daya Air (SDA). Pasalnya, di bidang terkait memiliki alat berat jenis excavator. 

“Sehingga perawatan ruang milik jalan, kami melakukan kolaborasi dengan bidang SDA. Sebab bidang tersebut memiliki alat berat jenis excavator PC-50, yang memudahkan saat melakukan proses pekerjaan,” ungkap Bayu.

Sebelum memutuskan menggunakan alat berat, bidang Bina Marga memang melakukan pekerjaan dengan metode manual. Namun hasil dari perapian bahu jalan dirasa kurang maksimal. Lantaran, terkendala waktu yang dibutuhkan.

“Sedangkan kolaborasi dengan bidang SDA ini bertujuan agar air hujan yang mengguyur dapat langsung menuju ke saluran yang tersedia. Jadi selain memastikan ruang milik jalan bebas dari rumput, antisipasi munculnya genangan air harus dilakukan untuk menjaga kualitas jalan,” pungkas Bayu. (lis)