Caption Foto : Ketua Forikan Jatim, Arumi Bachsin Emil Dardak saat memberikan bantuan ke warga

mediapetisi.net – Kampanye Gemarikan (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan) Bersama Ketua Forikan Jawa Timur “Makan Ikan Sehat Kuat dan Cerdas”. Dihadiri Bupati Jombang, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, Ketua TP-PKK Kabupaten Jombang, Kepala OPD, Forkopimcam Jogoroto, Kepala Desa se kecamatan Jogoroto dan tim panitia Gemarikan. Bertempat di Balai Desa/Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang. Rabu (25/5/2022) 

Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak mengajak para kader PKK dan masyarakat untuk waspada terhadap gizi buruk pada anak. Mengingat, gizi buruk seringkali menjadi penyebab angka stunting terus bertambah. 

“Kita harus intervensi langsung pada keluarga yang sekiranya punya pola hidup kurang baik. Maka dari itu, perlu peningkatan kapasitas kader-kader dalam melaksanakan edukasi dan penggerakan masyarakat. Karena pergerakan masyarakat tidak akan lepas dari kemampuan penyampaian atau komunikasi kepada mereka,” ungkapnya.

Menurut Arumi, peningkatan kualitas kader PKK dalam edukasi dan penyampaian informasi kepada masyarakat merupakan hal yang sangat diperlukan. Sebab, untuk membangun kesadaran terhadap pentingnya gizi maupun pola hidup sehat, memang dibutuhkan intervensi langsung. 

“Peningkatan kualitas ini penting karena tingkat prevalensi stunting Indonesia maupun Jatim masih di bawah standar WHO 20%. Di mana, pada 2021, jumlah kematian bayi berjumlah 3.330 bayi dengan tingkat prevalensi stunting 23,5%. Sebenarnya ini sudah lebih baik daripada tingkat prevalensi stunting nasional. Angka ini juga sudah turun dari yang sebelumnya sekutar 26%. Tapi ini tetap harus digenjot lagi agar memenuhi standar WHO untuk Indonesia,” terangnya. 

Lanjut Arumi, permasalahan stunting harus segera diselesaikan. Sebab, tingkat stunting akan berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berindikator 3 dimensi. Yakni umur panjang dan sehat, pengetahuan, serta standar hidup yang layak. 

Kunci keberhasilan dari proses penurunan stunting adalah pengetahuan ibu dalam menyiapkan dirinya melahirkan anak yang sehat dan juga selamat, serta mengasuh anak dengan gizi yang optimal. Maka kita juga harus fokus pada kesehatan dan mental ibu. Sedangkan faktor eksternal seringkali berubah secara drastis. Oleh karenanya, para kader harus dapat menyesuaikan apa yang mereka pelajari dengan kondisi yang ada di lapangan. 

“Yang terjadi di sekitar kita sering berubah. Kita masih dihadapkan dengan pandemi yang berkepanjangan dan sekarang sudah disambut oleh hepatitis akut. Ini jelas mengubah cara kita hidup. Inilah mengapa teori yang kita ketahui harus tetap update dengan perubahan di sekitar kita,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab mengucapkan terima kasih kepada Ketua Forikan Jatim yang konsen menangani persoalan stunting menjadi agenda Pembangunan Nasional, utamanya dalam mengkampanyekan Gemarikan di Kabupaten Jombang. Pelaksanaan perluasan gemarikan ini dalam rangka program penanganan stunting dan gizi buruk serta promosi peningkatan konsumsi ikan masyarakat yang dilaksanakan melalui penyerahan bantuan kepada masyarakat yakni berupa 200 paket produk olahan.

“Sampai saat ini, prevalensi stunting di Kabupaten Jombang mengalami penurunan dari tahun 2018 sebesar 20,1 % turun pada tahun 2019 menjadi 17,9% dan tahun 2020 sebesar 16,9%. Saat ini prevalensi stunting berdasarkan bulan timbang Februari tahun 2021 adalah sebesar 13,1% atau 9.462 balita yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Jombang. Kesadaran akan pentingnya pemenuhan kandungan gizi dan protein dari ikan yang bermanfaat langsung bagi tumbuh kembang anak perlu ditingkatkan. Meski Jombang tidak punya laut tapi kita punya hasil perikanan darat, air tawar,” tuturnya. 

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Jombang, Nur Kamalia mengatakan Gemarikan ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dan kandungan gizi ikan serta mendukung program nasional dalam penanganan stunting dan gizi buruk masyarakat. Selain itu, kita juga dapat mempromosikan produk perikanan lokal kepada masyarakat guna mendukung pemulihan ekonomi masyarakat melalui penyerapan produk olahan ikan dari usaha mikro, kecil dan menengah meningkatkan peran dan partisipasi pemerintah, daerah dan masyarakat dalam rangka peningkatan konsumsi ikan masyarakat.

“Dalam pelaksanaan Gemarikan ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan bekerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim dilaksanakan di Kecamatan Jogoroto karena termasuk wilayah yang cukup tinggi nilai stuntingnya. Kami berharap warga biasa makan ikan karena proteinnya sangat tinggi untuk pertumbuhan, kecerdasan dan kesehatan,” pungkas Nur Kamalia. (lis)