Caption Foto : KH. Ahmad Syauqi saat menyerahkan bantuan alat Oksigen Konsentrator bagi Poskestren untuk wilayah Jatim

mediapetisi.net – Kunjungan KH. Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin (Putra ke-4 Wapres RI KH. Ma’ruf Amin) dalam rangka penyerahan bantuan Oksigen Konsentrator bagi Puskestren untuk wilayah Jatim. Bertempat di Ponpes Salafiyah Safi’iyah Khoiriyah Hasyim Seblak Desa Kwaron Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Rabu (15/9/2021)

Dihadiri KH. Waryono Dir. PD Podtren Kemenag RI, Brigjen TNI Bagus Budiyanto Kapok Sahli Pangdam V/Brawijaya, AKBP Melky Wadir Pam Obvit Polda Jatim, Budi santoso Kalaksa BPBD Jatim, H. Roziqi Ketua Baznas Jatim, Letkol Inf Triyono, S.E Dandim 0814/Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho, SIK Kapolres Jombang, Mayor Inf Bambang (Kasipuan Ter Korem 082/CPCJ, KH. Abdul Hakim Mahfudz/Gus Kikin Pengasuh Pesantren Tebuireng, Nyai Hj. Maksunah Faruq Pengasuh Ponpes Salafiyah Safi’iyah Khoiriyah Hasyim, Laksono Kemenag Jatim, Taufiqurrahman, Kepala Kemenag Jombang, Jajaran PJU Polres, Forpimcam Diwek dan Perwakilan Ponpes yang mendapatkan bantuan. 

Putra ke 4 Wakil Presiden RI KH. Ahmad Sauqi Ma’ruf Amin menyampaikan pandemi ini adalah situasi yang sama-sama tidak enak, mengambil kebijakan salah tidak mengambil kebijakan juga disalahkan. Pandemi Covid-19 ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk menjadi lebih bersyukur dan menjadi pandai, sehingga kita bisa bersama bersatu padu untuk penanganan bencana ini. Bantuan alat Oksigen konsentraktor untuk Poskestren untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis bagi masyarakat Ponpes serta mendukung program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan Oksigen bagi pasien Covid-19 ataupun gangguan pernafasan.

“Saya ingin mengenalkan Astana (Aksi Santri Tanggap Bencana) kenapa kita distribusikan bantuan ke pesantren karena pesantren bisa menjadi solusi karena pesantren saya rasa cukup lebih dekat dengan masyarakat. Saya harap ini menjadi kebersamaan kita semua,untuk kompak dan harus kita lewati bersama demi kasalamatan kita semua,dan menjadikan negeri yang tangguh dan kuat,” harapnya.

Pengasuh Ponpes Salafiyah Syafi’iyah Nyai Hj. Maksunah Faruq menyampaikan terima kasih kepada Gus Syauqi karena mendapatkan kepercayaan untuk ditempati penyerahan bantuan alat Oksigen Konsentrator untuk Poskestren untuk wilayah Jatim. Sejak pandemi Covid-19 santri dipulangkan dan kami persilahkan untuk kembali secara bertahap dan pembelajaran dilaksanakan secara daring bahkan wali murid tidak diperbolehkan untuk menjenguk

“Saat ini sudah pembelajaran tatap muka tetapi tetap di gilir untuk mengurangi kerumunan dan ketat prokes untuk menjaga dari penyebaran Covid-19. Semoga bantuan yang diberikan kepada kami menjadi jariyah, berkah dan menjadikan kesehatan untuk kita semua serta mendapatkan balasan yang terbaik,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Dr. KH. Waryono Abdul Ghofur Direktur Pendidikan dan Diniyah dan Pondok Pesantren, Kemenag RI menyampaikan bahwa pihaknya bersama Baznas melanuching jaga Kyai, karena dalam varian delta Covid-19 para Kyai dan Nyai banyak yang menjadi korban Covid-19. Jumlah santri saat ini mencapai 34 ribu, ini merupakan bentuk kepercayaan  masyarakat lebih percaya ke pesantren untuk mendidik putra putrinya di karenakan pondok lebih aman karena para santri selalu diawasi oleh para pengasuh 

“Hikmah dengan adanya pandemi Covid 19 para santri semakin hormat pada para pengasuh dan kyai dan diharapkan para santri selalu mematuhi protokol Kesehatan dalam menjalankan proses belajar mengajar. Mudah – mudahan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar kami kementrian agama berupaya para santri yang datang terus di ingatkan selalu mematuhi protokol kesehatan mudah mudahan alat ini bisa membantu dan bermanfaat di lingkungan pesantren,” terangnya.

Sementara itu, Drs. Budi Santoso Kepala Pelaksana BPBD Jatim memgatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dalam mengurangi dampak Covid 19 di lingkungan Ponpes. Jatim saat ini sudah terbebas dari zona merah/zona lavel 4, pencapaian ini merupakan hasil kerja seluruh elemen namun demikian kita tetap tidak boleh lengah serta terus patuh prokes. “Terimakasih atas bantuan yang diberikan ke ponpes di wilayah Jatim, bahwa pemerintah telah menetapkan pandemi Covid-19 memberikan tantangan yang besar karena memberikan dampak yang cukup besar,” ujarnya.

Sedangkan jumlah kasus baru Covid-19 Jatim telah mengalami kelandaian, meningkatnya jumlah kasus Covid beberapa bulan yang lalu karena juga kekurangannya ketersedian Oksigen di wilayah Jatim

“Guna memenuhi layanan oksigen gratis Pemprov Jatim telah mengoperasikan 2 unit truck reaksi cepat untuk membantu kecepatan dalam pelayanan suplai oksigen ke warga yang melaksanakan Isoma di wilayah yang sulit terjangkau serta pemprov juga bekerjasama dengan TNI-AL untuk pengisian tabung Oksigen gratis,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Ponpes yang menerima bantuan alat Oksigen konsentrator diantaranya Ponpes Salafiyah Safi’iyah Khoiriyah Hasyim Seblak, Ponpes Babusallam Dess Kalibening, Ponpes Al Iskandariyyah Mamba’ul Ma’Arif Denanyar, Ponpes Nurul Cholil Bangkalan

Ponpes Annuriyah Malang, Ponpes KHA Wahid Hasyim putri Pasuruan, Ponpes Fahrul Ulum Kediri, Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ponpes Mambaul Hikam Sidoarjo, Ponpes Langitan Tuban.dan Ponpes Sunan Drajat Lamongan. (lis)