Caption Foto : Kapolres Jombang saat menunjukkan barang bukti

mediapetisi.net – Konferensi pers operasi tumpas narkoba Semeru 2021 tanggal 1 sampai 12 September 2021 Polres Jombang dipimpin oleh Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho SIK. Didampingi Wakapolres Jombang Kompol Ari Trestiawan, Kasat Narkoba Moch. Mukid S.H, serta Kasubag. Humas Polres Jombang. Bertempat di halaman belakang Mapolres Jombang. Rabu (15/9/2021)

Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho SIK menyampaikan, operasi tumpas narkoba semeru 2021 di mulai sejak tanggal 1 September sampai 12 September 2021 dengan jumlah kasus keseluruhan 24 kasus dan 26 tersangka. 

“Dari Polda Jatim yang di TO oleh Satresnarkoba terdapat  5 kasus yang Alhamdulillah 100% sudah terungkap,dan narkotika 5 kasus dengan 5 tersangka. Sedangkan Non TO ada 19 Kasus, narkotika 14 kasus dengan 16 tersangka , dan okerbaya 5 kasus dengan 5 tersangka. Kriteria tersangka pengedar ada 22 tersangka dengan pemakai 4 tersangka,” ungkapnya.

Dalam proses melakukan operasi tumpas narkoba semeru 2021, Satresnarkoba berhasil mengamankan 2 tersangka dengan barang bukti terbanyak diantaranya berinisial AA (33 thn) dengan  jumlah barang bukti  sabu 7,78 gram dan tersangka MG  (23 thn) dengan jumlah barang bukti ganja 25,49 gram.

Selain itu, hasil proses penyelidikan Satresnarkoba juga menemukan barang bukti lain berupa sabu 17,7 gram, ganja 29,01 gram, pil double L 1679 butir, pipet kaca 13 buah, korek api 13 buah, HP 19 unit , alat hisap ( BONG) 13 buah, timbangan 3 unit, R2 1 unit serta uang sejumlah Rp. 610. 000,-, jelas Kapolres.

Di tempat yang sama, Kasat Narkoba Moch. Mukid S.H menambahkan, Tersangka yang diamankan dengan barang bukti terbesar ditemukan di daerah kota dan daerah Ngoro dengan sistem yang masih berlanjut atau sistem ranjau.

“Dengan sistem yang masih berlanjut kami sulit untuk mengungkapnya karena sistemnya orang beli tanpa mengetahui orang yang menjualnya yakni sistem ranjau, untuk kelanjutannya kami tetap kerjasama dengan tim IT Polda untuk membongkar nomor nomor HP dari barang bukti tersebut, jika di selidiki kasus ini mungkin ada kaitannya dengan daerah malang yang mengungkap 51 pohon,” pungkas Mukid. (lis)