Caption Foto : Camat Jombang bersama nara sumber, Lurah Kepanjen dan peserta sosialisasi

mediapetisi.net – Kelurahan Kepanjen gelar sosialisasi gerakan masyarakat gemar membaca, diikuti oleh segenap masyarakat. Dihadiri Lurah Kepanjen Suwoko, Camat Jombang Muhdlor, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan pengelola perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang, Desy Kurvila Ratna selaku narasumber. Bertempat di Kelurahan Kepanjen Kecamatan/Kabupaten Jombang. Senin (27/6/2022) 

Camat Jombang Muhdlor ketika membuka kegiatan sosialisasi gerakan masyarakat gemar membaca mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi atas upaya Kelurahan Kepanjen dalam mengadakan kegiatan tersebut. 

“Saya mengapresiasi pada Kelurahan Kepanjen sebab telah mengadakan kegiatan sosialisasi gerakan masyarakat gemar membaca karena dengan kegiatan ini bisa menambah nilai membaca atau meningkatkan literasi dan budaya membaca di Kabupaten Jombang,” ucapnya.

Di tempat sama, pengelola perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jombang, Desy Kurvila Ratna selaku narasumber mengatakan literasi bukan hanya tentang baca, tulis, dan pendidikan formal. Namun segala hal yang mampu meningkatkan pemahaman dan kemampuan kita. Perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat menyediakan informasi dan fasilitas belajar yang berperan penting mendorong peningkatan literasi masyarakat untuk kesejahteraan. 

“Dalam UU No. 43 tahun 2007 tentang perpustakaan pada pasal 2 menyebutkan bahwa perpustakaan diselenggarakan berdasarkan asas pembelajaran sepanjang hayat, demokrasi, keadilan, keprofesionalan, keterbukaan, keterukuran, dan kemitraankemitraan,” terangnya.

Menindaklanjuti Undang undang tersebut, Dinas perpustakaan dan Kearsipan Jombang berupaya melakukan tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat penggunanya. Pembelajaran sepanjang hayat merupakan kata kunci dalam pengembangan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Dengan upaya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial diharapkan performa individ dapat meningkat, sistem dan organisasi perpustakaan menjadi kuat, sehingga berdampak pada membaiknya kualitas layanan perpustakaan dan juga pemanfaatannya oleh masyarakat yang secara otomatis meningkatkan literasi masyarakat,” jelas Desy.

Sementara itu, Lurah Kepanjen Suwoko mengucapkan terimakasih pada masyarakat atas respon positif dari kegiatan sosialisasi gerakan masyarakat gemar membaca. Gemar membaca itu kebutuhan pokok terutama bagi ibu untuk anak anaknya. Kalau kita ingin pandai dan ingin tahu kuncinya adalah membaca, terutama membaca bacaan yang bermanfaat. Kami berpesan sering seringlah membaca untuk anak anak kalian, banyak anak anak yang ikut les itu kegiatan yang positif, namun alangkah lebih baik kalau orang tuanya sendiri yang mengajari.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Suwoko berharap agar kedepannya masyarakat terutama untuk anak-anak generasi penerus lebih cerdas, lebih maju, dan lebih berkembang dengan baik dan positif serta tidak terpengaruh oleh ajaran-ajaran yang tidak baik. 

“Saat ini ada banyak buku bacaan dengan berbagai macam model bacaan. Maka dari itu diharapkan orang tua juga dapat meningkatkan literasinya agar dapat memberi sebuah pengetahuan pada anak anaknya terkait hal-hal yang positif dalam artian yang negatif dibuang dan yang positif dipakai dan disampaikan pada anaknya, bertujuan untuk mengajari anak, agar berperilaku yang baik,” paparnya.

Tidak hanya itu, Suwoko juga menghimbau pada masyarakat terkait penyakit demam berdarah. Menurutnya saat ini kondisi perubahan musim tidak menentu sehingga diharapkan juga masyarakat bisa menjaga kebersihan terutama menguras kamar mandi untuk melakukan pencegahan munculnya penyakit demam berdarah, tandasnya. (lis)