Caption Foto : Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perimdustrian Kabupaten Jombang Bambang Rudi saat membuka sosialisasi cukai

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang bekerjasama dengan Bea Cukai Kediri menggelar sosialisasi ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang Cukai dan Kampanye Gempur Rokok Ilegal dibuka oleh Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Bambang Rudi. Sosialisasi diikuti oleh pengusaha Cafe yang ada di wilayah Kabupaten Jombang pada hari Rabu 24 November 2021. Bertempat di Hotel Green Red Jombang.

Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Jombang Bambang Rudi mengatakan bahwa Hasil Cukai digunakan untuk program pemerintah dalam rangka mensukseskan pendapatan Negara, salah satu sumber pendapatan terbesar adalah dari sisi pajak cukai. Hasil cukai tidak hanya digunakan untuk infrastuktur, tetapi juga kesehatan berkaitan dengan sarana prasarana kesehatan.

Bidang yang disasar oleh cukai tidak hanya dari sisi komunikasi/sosialisasi, tetapi juga bidang kesehatan, bidang pertanian yang didalamnya terdapat pembinaan maupun pemberian sarana prasarana untuk produksi tembakau dan cengkeh. Serta bidang peternakan dan perikanan berupa pemberian bantuan, tenaga kerja, bahkan bidang sosial.

“Sedangkan sasaran dana bagi hasil bea cukai tidak hanya digunakan untuk sektor infrastruktur, tetapi bidang yang lainnya yang sangat berarti, untuk itu Disdagrin dan Bea Cukai diperintahkan oleh Negara untuk mensosialisasikan bea cukai ini sesuai peraturan perundang-undangan pembagian hasil cukai tembakau, serta bertujuan menjadi media/sarana pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak membeli maupun memproduksi, serta mengedarkan barang cukai tanpa dilengkapi dengan pita cukai asli,” ungkapnya.

Sementara itu, Perwakilan dari Kantor Bea Cukai Kediri Charda Ika Wijaya mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang bekerjasama dengan Bea Cukai Kediri menyelenggarakan sosialisasi berkaitan dengan ketentuan bea cukai dan barang yang dikenakan bea cukai. Sosialisasi tidak bergantung pada ruang dan waktu, namun cakupan wilayah yang menghasilkan tembakau menjadi sasaran wilayah berkaitan dengan ketentuan bidang cukai.

“Diharapkan nantinya dapat membantu mensosialisasikan mulai dari lingkungan terkecil hingga lingkungan masyarakat. Jangan sampai keluarga maupun lingkungan sekitar anda memproduksi rokok tanpa dilengkapi pita cukai karena hal itu merupakan garis besarnya, juga partisipasi bahwa rokok tanpa pita cukai itu rokok ilegal dan dapat dipidana,” ungkapnya.

Lanjut Candra, Kementrian Keuangan yang berada di Direktorat Jendral Bea Cukai yang bertugas Trade fasilitator (memfasilitasi perdagangan), Industri asisten (mendampingi perdagangan), comunite protector (melindungi dari peredaran rokok ilegal) dan mengumpulkan penerimaan dari pajak, bea cukai maupun lainnya yang ditugaskan menggalang untuk sektor kepabeanan.

“Dengan merokok yang benar/legal yang dilengkapi dengan pita cukai dan kemasan yang benar berarti telah menyumbang penerimaan dana sesuai dengan Undang-undang RI nomor 39 tentang cukai dan Undang-undang nomor 17 tentang kepabeanan,” ujarnya.

Untuk ilayah kerja Bea Cukai Kediri diantaranya Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten Jombang dan Kabupaten Nganjuk. Sedangkan wilayah kabupaten Jombang terdapat 8 pabrik rokok yang golongan 3, ada 3 pabrik yang Sampoerna  dan ada rokok herbal yang seluruhnya terkenal dan diterima hingga seluruh Indonesia yang patut dibanggakan.

Sedangkan dana bagi hasil cukai difungsikan untuk pembangunan yang diambil dari pajak cukai yang dipungut dari hasil tembakau sesuai Undang-undang cukai 39 tahun 2007 pasal 66A bahwa 2% dari dari penerimaan yang sedang berjalan dibagikan kepada pemerintah Provinsi dan Kabupaten lainnya dengan komposisi 30% Provinsi, 40% Kabupaten/Kota penghasil dan 30% untuk Kabupaten lainnya. Untuk tahun 2021 dana bagi hasil cukai tembakau di kabupaten Jombang mencapai 48 Milyar.

“Penggunaan dana bagi hasil cukai dibagi menjadi 5 bagian diantaranya peningkatan kualitas bahan baku, pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan dibidang cukai dan pemberantasan barang kena cukai ilegal. Untuk itu gempur peredaran rokok ilegal agar peredarannya di Jombang lebih minim,” harapnya. (lis)