Caption Foto : Nara Sumber Gatot Rilo Pambudi Sekretaris BPBD Jombang dan Gunadi Kasi Perlindungan bencana alam Dinsos Jombang yang dipandu oleh Cak Giono

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Dialog Interaktif Warung Pojok Kebon Rojo bertema “Peran Pemerintah Kabupaten Jombang Dalam Antisipasi Dini Pencegahan Bencana Alam” yang dipandu oleh Cak Giono. Nara Sumber yang dihadirkan diantaranya Sekretaris BPBD Jombang Gatot Rilo Pambudi dan Kasi Kasi Perlindungan Bencana Alam dan Bencana Sosial pada Dinsos Jombang Gunadi dan dihadiri Kasi Trantib Kecamatan se-Kabupaten Jombang. Rabu (10/11/2021)

Sekretaris BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Jombang Gatot Rilo Pambudi menyampaikan sebagai langkah antisipasi, BPBD Provinsi Jatim terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan para Walikota dan Bupati di Jatim, untuk meningkatkan kewaspadaan dari ancaman bencana hidrometeorologi karena fenomena La Nina dengan potensi bencana hidrometeorologi (banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kenceng, angin puting beliung, dan bencana lain). Selain itu, peringatan BMKG bahwa fenomena La Nina berakibat curah hujan yang diprediksi mencapai 20-70 persen, sehingga memerlukan antisipasi semaksimal mungkin.

“Untuk itu, langkah antisipasi bencana alam yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui BPBD yang pertama dilakukan barusan ini adalah membentuk forum pengurangan resiko bencana yang memiliki 4 unsur, yang kebetulan basecampnya berada di sebelah timur PMK Jombang,” terangnya.

Antisipasi bencana alam tidak hanya pemerintah dan Tagana namun masyarakat juga dapat melakukan beberapa hal sebelum terjadi bencana yang pertama masyarakat membuat grup diskusi yang membahas peta desa, baru mengidentifikasikan bencana yang sering terjadi di daerah tersebut dan dimana. Sedangkan dari pihak instansi untuk memfasilitasi karena meskipun ada pihak yang bisa membantu itupun juga butuh waktu maka dari itu sebelum adanya bencana masyarakat juga harus sudah ada persiapan tanggap darurat.

“Kami sebisa mungkin menyiapkan sumber daya manusia untuk membantu saat terjadi bencana tersebut karena ada banyak sekali komunitas relawan-relawan yang sudah biasa membantu itu pada saat bencana,” ujar Rilo.

Selain itu sebelum adanya bencana atau sebelum mereka membantu mereka juga melakukan pelatihan tanggap darurat bencana yaitu serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana.

“Terkait apa yang disampaikan Supanji Kasi Trantib Kecamatan Sumobito bahwa sementara ini Kecamatan Sumobito sudah membuat link Google from sadar waspada Sumobito di situ masyarakat bisa meng-upload bencana alam tersebut sehingga bencana tersebut bisa lebih cepat diketahui oleh pemerintah terdekat seperti desa dan pak camatnya. Kami BPBD juga sudah memberi pelayanan melalui telp maupun group,” jelas Rilo.

Terkait seksi di bidang perencanaan bencana alam dan bencana sosial Gunadi menyampaikan disini tetap mengikuti apa yang disampaikan pihak BPBD. Pihaknya sendiri terdapat kelompok Tagana yang berjumlah 36 orang. Jadi kalau ada bencana alam melakukan pendirian dapur umum karena dapur tersebut sangat penting sekali ketika terjadi bencana.

“Misalnya banjir, apabila dalam 24 jam bèlum surut maka kami berkolaborasi dengan pemerintah terkait seperti BPBD untuk mendirikan dapur umum dan kami mempunyai anggota Tagana sebanyak 36 orang dan kami mensiagakan KSB yakni kampung siaga bencana yang ada di Kademangan Mojoagung yang dibentuk kurang lebih 6 tahun lalu. KSB ini merupakan program yang di motoring atau koordinasi oleh Dinas Sosial Provinsi Jatim,” paparnya.

Sedangkan dapur umum tersebut didirikan bila mungkin ada korban yang melakukan pengungsian kemudian kami berkoordinasi dengan BPBD untuk air bersih. Dari sekian banyaknya anggota kami anggota tersebut memiliki tugas masing-masing dan berada di kecamatan masing-masing. Akan tetapi apabila terjadi bencana mereka tidak bisa berjalan sendiri karena mereka harus berkoordinasi dengan anggota yang lainnya.

“Meskipun menangani bencana alam kami pun juga menyiapkan persiapan akan terjadinya bencana sosial seperti menyiapkan beras dan sembako lainnya untuk mereka atau para pengungsi. 

Seperti yang disampaikan tadi kami siap berkolaborasi dengan BPBD kapanpun itu karena kami juga memiliki anggota yang cukup banyak yang siap ditempatkan di dapur umum,” pungkas Gunadi. (lis)