Caption Foto : Bupati Jombang saat membuka sosialisasi

mediapetisi.net – Dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Jombang menggelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dibuka oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab. Diikuti sejumlah perwakilan dari organisasi wanita di Kabupaten Jombang yakni PKK, Dharma Wanita, Aisyiyah, Muslimat, organisasi wanita lainnya dan institusi lainnya. Bertempat di ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang. Selasa (5/10/2021)

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab berharap dengan peran serta organisasi wanita yang ada di garda terdepan ini akan mampu menekan dan menurunkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak juga Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Meski saat ini Kabupaten Jombang adalah Kabupaten Layak Anak, namun bukan berarti tidak ada kasus yang terjadi. Oleh karena itu, untuk mencegah tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang perlu adanya komitmen bersama, kepekaan akan isu dan kita harus bekerja sama,” terangnya.

Bupati juga mengingatkan kepada peserta yang hadir agar tetap waspada dan wajib melaksanakan protokol pencegahan Covid19. Meski saat ini level 1, capaian vaksinasi juga sudah per 3 Oktober 2021, Dosis1 sudah 748.369 (73,37%), namun jangan sampai lengah, tetap terapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19

“Terima kasih pada organisasi wanita yang ada di garda depan termasuk keluarga untuk sama-sama mengawal agar tercegah dari kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang. Sebagai wujud tindak lanjutnya, saya berharap peserta sosialisasi untuk dapat meneruskan dan menyampaikan kepada masyarakat, bisa melalui berbagai pertemuan misalnya di pengajian, pertemuan organisasi untuk mencegah tindak kekerasan dan tindak pidana perdagangan orang,” terangnya.

Sementara itu, Nur Kamalia Kepala DPPKB dan PPPA Kabupaten Jombang menyebut kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Jombang,  per September 2021 terdapat sebanyak 69 kasus yang didominasi kasus kekerasan seksual 23 kasus, disusul KDRT 9 kasus. Yang perlu jadi perhatian terdapat kasus trafficking yang terjadi di Kabupaten Jombang. Berdasarkan data tersebut, pihaknya menyadari betapa pentingnya perlindungan bagi perempuan dan anak di Kabupaten Jombang.

Oleh karena itu, apa yang dilakukan ini sebagai tindakan preventif. Mengingat tindak pidana perdagangan orang memiliki dampak berbagai unsur. Permasalahan perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan adalah permasalahan lintas urusan. Oleh karena itu sebagai wujud pencegahan tindak pidana perdagangan orang dalam hal ini termasuk tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak membutuhkan kerjasama dari berbagai kalangan.

“Sehingga perlu adanya kesadaran yang tinggi dalam mewujudkan kesejahteraan dan perlindungan perempuan dan anak. Selain itu diperlukan langkah-langkah yang konkrit, terkoordinasi, terencana, menyeluruh dan berkelanjutan karena issue-issue perlindungan perempuan merupakan isu lintas program (cross-cutting issues),” tandasnya.

Sedangkan narasumber pada sosialisasi tersebut diantaranya menyampaikan materi Peran PKK dalam pencegahan TPPO Ketua TP-PKK Wiwin Sumrambah; Regulasi Perundangan TPPO dan PKDRT oleh IPDA, Agus Setiani, KA Unit PPA Polres Jombang. Sedangkan materi peran Perempuan upaya Pencegahan TPPO, oleh Redaktur Media Radar Jombang, Binti Rohmatin. (lis)