Caption Foto : Bupati Jombang saat menyaksikan ibu hamil divaksinasi

mediapetisi.net – Pencanangan Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu hamil di Kabupaten Jombang dilaunching oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab. Ikut mendampingi Kapolres, Dandim 0814, Kasi Intel, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kominfo dan Forpimcam Jogoroto serta Kepala Desa. Bertempat di BLUD Puskesmas Mayangan, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Selasa (31/8/2021)
Usai pencanangan vaksin ibu hamil, acara dikemas dengan Talkshow yang dipandu oleh Ari Suara Jombang/Cak Giono. Bupati Jombang Hj. Mundjidah  mengapresiasi dan terima kasih atas seluruh partisipan dan stakeholder terkait dalam upayanya mengatasi penyebaran rantai Covid-19 ini. Pemerintah kabupaten Jombang melalui Dinas Kesehatan melaksanakan pencanangan vaksinasi bagi ibu hamil dari Puskesmas Mayangan Jogoroto secara serentak diikuti oleh 34 puskesmas yang menyebar di seluruh kecamatan kabupaten Jombang sesuai dengan surat edaran Kementerian Kesehatan RI Nomor : HK.02.01/I/2007/2021 agar semua kabupaten melakukan percepatan vaksinasi bagi ibu hamil.
“Terima kasih kepada ibu-ibu hamil yang sudah hadir melakukan Vaksinasi Covid-19 ini, kami berharap kegiatan ini bisa menjadi upaya agar para ibu hamil dan calon bayi nantinya bisa sehat dalam keadaan pandemi seperti sekarang,” ungkapnya.
Caption Foto : Bupati Mundjidah saat berdialog dengan Kadinkes drg. Budi Nugroho, dr. Iwan  dokter spesialis kandungan dan dr. Mahfur dokter spesialis anak
Bupati Mundjidah berpesan agar masyarakat dan ibu hamil khususnya tidak usah takut dalam pemberian vaksin. Karena ini semua adalah upaya pemerintah untuk bisa menjaga dan memutus rantai penyebaran virus Covid-19 di Indonesia, terlebih lagi di lingkup Kabupaten Jombang. Meskipun sudah divaksin semuanya harus tetap menerapkan protokol kesehatan. Makan makanan yang bergizi cukup istirahat sehingga bayi ada di kandungan serta ibu hamil terjaga kesehatannya.
“Selain itu, upaya Pemerintah kabupaten Jombang meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan menyiapkan sarana dan prasarana sumber daya manusi diantaranya 34 Puskesmas, ada layanan USG untuk ibu hamil yang saat ini masih ada 8 puskesmas, rumah sakit rujukan ada 11 orang, dokter spesialis kandungan ada 14 orang, dokter spesialis anak ada 12 orang, dokter umum 273 orang dan bidan ada 1.227 orang. Sehingga pelayanan kesehatan ibu dan anak bisa semakin baik dan angka kesakitan juga angka kematian ibu dan bayi dapat diturunkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jombang drg. Budi Nugroho menyampaikan bahwa ibu hamil menjadi perhatian khusus dalam pencegahan Covid-19. Untuk itu, 34 Puskesmas yang ada di Kabupaten Jombang siap memberikan vaksinasi dan pengawalan dalam memberikan Vaksinasi kepada ibu hamil. Jumlah ibu di kabupaten Jombang sebanyak 20.020 orang, sedangkan sasaran vaksinasi Covid-19 ibu hamil sebanyak 4.385 orang. Karena dari jumlah 4.385 orang tersebut merupakan ibu hamil dengan usia 13 – 33 Minggu sesuai surat edaran Kementerian Kesehatan RI.
“Sedangkan vaksin yang digunakan untuk ibu hamil yakni Vaksin Covid-19 platform mRNA Pfizer, Moderna dan vaksin platform inactivated Sinovac. Tetapi di kabupaten Jombang yang tersedia vaksin Moderna karena jenis Moderna bagus untuk ibu hamil soalnya memiliki efikasi vaksin 94,5 % apalagi ibu hamil termasuk dalam kelompok rentan. Warga kabupaten Jombang yang sudah melakukan vaksinasi dosis pertama ada 55% sedangkan yang dosis 2 ada 36 %, alhamdulillah vaksinasi berjalan dengan lancar,” terangnya.
Dalam talkshow hadir juga dr. Iwan Priyono Sp.Og selaku Dokter spesialis kandungan mengatakan ibu hamil harus divaksin karena secara fisik daya tahan tubuh menurun, akan lebih rentan dan sensitif terhadap infeksi/penyakit, ditakutkan nantinya bisa terjadi gejala-gejala yang lebih berat ketika terjangkit virus Covid-19.  Jadi resiko pada ibu hamil ini meningkat seperti keguguran, lahir prematur untuk itu semua harus melindungi ibu hamil salah satunya dengan vaksinasi. Sedangkan kriteria ibu hamil yang bisa di vaksinasi usia kehamilan diatas 13 minggu sampai 9 bulan, tensinya harus di bawah 140/90 tetapi ibu hamil yang tidak memiliki riwayat sakit dan ibu hamil yang tidak memiliki kelebihan berat badan, tegasnya.
Selanjutnya dr. Ahmad Mahfur Sp.A, dokter spesialis anak menambahkan vaksinasi bagi ibu hamil kali ini aman untuk ibu hamil dan aman untuk janinnya, karena telah sesuai dengan rekomendasi pusat. Tidak akan menyebabkan kelainan bawaan, tidak akan menyebabkan keguguran dan yang paling penting bayinya ketika sudah lahir tidak terinfeksi Covid-19.
“Jadi vaksinasi yang telah di rekomendasikan kepada ibu hamil ini aman bagi janinnya, jadi tidak menyebabkan kelainan janin, keguguran, yang penting bayinya saat sudah lahir tidak terinfeksi seperti halnya Covid 19,” pungkasnya. (lis)