Caption Foto : Bupati Jombang didampingi Kepala OPD saat virtual dengan Kementerian LH

mediapetisi.net – Pemerintah Kabupaten Jombang menggelar Sosialisasi Pelaksanaan Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3 dan Penyadartahuan Kelompok Rentan Terpapar Limbah B3 dengan jajaran Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan secara Virtual dari ruang Media Center Pemkab Jombang. Selasa (24/8/2021)

Tampak hadir secara virtual Direktur Pemulihan Kontaminasi dan Tanggap Darurat Limbah B3 Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Dr. Ir. Haruki Agustina MSc, Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan limbah non B3, Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Dinas PU dan SDA Provinsi Jatim, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.

Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan Limbah B3 merupakan sisa hasil usaha/kegiatan yang mengandung Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) banyak ditemukan di Kabupaten Jombang yang berasal dari kegiatan peleburan slag aluminium yang dilakukan oleh masyarakat khususnya pada usaha skala mikro dan kecil. Sejak tahun 1970, industri pemanfaatan slag alumunium telah tumbuh dan berkembang di Kabupaten Jombang, tepatnya di wilayah Kecamatan Sumobito, Kesamben dan Jogoroto. “Tahun 2014 tercatat 136 Unit Usaha Slag Alumunium dan pada tahun 2018 berkembang menjadi 168 unit usaha. Kemudian dilakukan fasilitasi dan pengawasan agar usaha ini ramah lingkungan, maka tahun 2020 tercatat tinggal 80 Unit Usaha,” terangnya.

Industri ini turut menyumbang perputaran ekonomi di Kabupaten Jombang. Ratusan bahkan ribuan ekonomi rumah tangga tergantung pada industri slag alumunium ini. Kesehatan masyarakat di sekitar industri juga cukup terganggu, bau menyengat dan terkadang debu yang membuat pedih di mata telah sekian tahun di rasakan. Saat ini sedang dalam proses pembangunan sentra IKM Slag Alumunium di atas tanah lahan Koperasi Smars di Desa Bakalan Kecamatan Sumobito. 

Sebagai Langkah Pengelolahan Limbah Asalum (Abu Slag Alumunium), Pemerintah Kabupaten Jombang telah memfasilitasi kerjasama dengan PT Semen Indonesia dan PT Bangun Persada agar Asalum ini bisa diolah dan dimanfaatkan dengan baik. Asalum ini telah lama belum terkelola dengan baik, sehingga digunakan sebagai tanah urug lahan, penguat bantaran sungai, jalan usaha tani, dan lain-lain, yang sesungguhnya menyebabkan pencemaran udara, tanah dan air .

Bupati berharap dukungan terus menerus dari semua pihak agar langkah revitalisasi industri dapat terus berjalan sampai tuntas. Kepada Kementerian Perindustrian dan Perdagangan diharapkan untuk mendukung pembangunan Sentra IKM lagi di tahun 2022, agar seluruh pengusaha dapat menggunakan teknologi yang ramah lingkungan. Kepada KLHK, supaya ada arahan agar pemulihan dan pengendalian pencemaran lingkungan dapat dijalankan. Sedangkan kepada masyarakat Sumobito, Kesamben dan Jogoroto diharapkan untuk bersama-sama memperbaiki cara meneruskan industri ini dengan menjaga keamanan lingkungan sekitar kita.

“Industri besar penghasil limbah B3 yang menjadi bahan slag alumunium ini seyogyanya juga turut berkontribusi dalam proses revitalisasi ini. kontribusi bisa dilakukan dengan mendukung pemulihan lahan terkontaminasi, dan di masa mendatang, industri besar tidak lagi memberi harga untuk dross yang dihasilkan, tapi justru memberikan sumbangsih dan dukungan untuk proses pengolahan limbah B3 mereka,” harapnya.

Sementra itu, Miftahul Ulum, ST, MSi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang memaparkan Penanganan Limbah B3 Slag Aluminium dan progress yang telah dicapai. Pemerintah Kabupaten Jombang telah menetapkannya menjadi program prioritas untuk ditangani melalui kegiatan pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 dan telah tertuang di dalam Renstra Dinas Lingkungan Hidup Tahun 2018-2023 untuk dapat dilaksanakan setiap tahun.

“Bukti dari komitmen ini, sampai dengan tahun 2020 telah dilaksanakan pemulihan di 3 (tiga) lokasi, yaitu Lahan Koperasi Smar’s di desa Bakalan Kecamatan