Caption Foto : Wabup Sumrambah saat menghadiri Rakor FKDM di Rumah Makan Zam – Zam 

mediapetisi.net – FKDM (Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat) tingkat Kabupaten Jombang menggelar Rakor dengan peserta terbatas 30 orang. Dihadiri Wakil Bupati Jombang, Ketua FKDM, Kasubid Kewaspadaan dini dan Kerjasama Intelijen, Kasubid Penanganan Konflik Bakesbangpol dan Pengurus FKDM Kabupaten Jombang dan Ketua FKDM Kecamatan se – Kabupaten Jombang. Bertempat di Rumah Makan Zam – Zam Desa Ceweng Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Rabu (2/6/2021)

Ketua FKDM Kabupaten Jombang KH. Mustain Hasan menyampaikan terima kasih kepada Wakil Bupati Jombang Sumrambah yang berkenan hadir dan anggota FKDM Kabupaten maupun para Ketua FKDM Kecamatan se – Kabupaten Jombang sehingga Rakor FKDM bisa terlaksana. Selain itu, untuk menciptakan hubungan yang harmonis serta mempererat tali silaturrahmi antar anggota FKDM.

“FKDM dibentuk untuk membantu instrumen negara dalam menyelenggarakan urusan keamanan, ketentraman dan ketertiban masyarakat melalui upaya deteksi dini terhadap potensi dan kecenderungan ancaman serta gejala atau peristiwa bencana. Sehingga rencana kedepan kita laksanakan  pembinaan FKDM tingkat kecamatan yang bertempat di Kecamatan Wonosalam dan dilanjutkan pembinaan FKDM ditingkat Desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jombang Sumrambah menceritakan kejadian bahwa pada tahun 1918, dunia diguncang wabah flu mematikan yang dikenal dengan flu Spanyol. Para peneliti dan sejarawan meyakini wabah flu Spanyol menewaskan 20 sampai 100 juta orang dalam dua tahun. 

Dengan kejadian tersebut Wabup Sumrambah mengajak semua untuk belajar apa yang terjadi pada 100 tahun yang lalu yaitu terjadi istilah  pandemi/pagebluk karena sudah hampir 1 tahun lebih ada pandemi Covid-19 dan mudah – mudahan di tahun ini sudah selesai. Dampak pandemi Covid-19 sudah  berimbas pada perekonomian tingkat bawah, tingkat kerawanan semakin tinggi, keberadaan FkDM untuk selalu bekerja keras mengantisipasi dinamika yang berkembang di masyarakat.

“Untuk itu, munculnya ideologi yang sangat tinggi mengakibatkan masyarakat mudah bergejolak yang dapat memicu konflik sosial. Tahun 2024 menuju pesta demokrasi besar – besaran yaitu mulai pemilihan Presiden, Legislatif, Pilgub maupun Pilkada dan keberadaan FKDM sebagai penjaringan, sebagai penganyom ditengah masyarakat,” pungkasnya. (lis)