Caption Foto : Kepala Diknas Provinsi saat membuka Muktamar IV Halaqoh BEM Pesantren se – Indonesia tahun 2021

mediapetisi.net – Pembukaan Muktamar IV Halaqoh BEM Pesantren se – Indonesia tahun 2021 oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi. Dihadiri Kepala Disdikbud Jombang, Danramil 0814/ 14 Ngoro, Kasubag Dal Bag Ops Polres Jombang, Pengasuh Ponpes At – Tahdzib, Wakil Rektor, Pembina Ponpes At – Tahdzib dan Perwakilan Mahasiswa Santri se Indonesia. Bertempat di STAIA (Sekolah Tinggi Agama Islam At – Tahdzib) Desa Rejoagung Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang. Jum’at (28/5/2021)

 Ketua Presidum BEM Pesantren Nasional Hikam mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan terhadap kepengurusan BEM Pesantren selama ini, dan semoga nantinya yang sudah diberi amanah untuk terpilih menjadi presiden nasional dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan lancar. Yang membedakan kita sebagai mahasiswa biasa dengan kita sebagai mahasiswa santri, kita sebagai mahasiswa yang memiliki kecerdasan intelektual idealisme. Namun kita juga sebagai santri-santri yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan lain-lain alami.

“Di tengah gencarnya berita hoax kita harus bisa menjadi peredam untuk mencapai kerukunan berbangsa bernegara dan beragama di tengah perkembangan teknologi yang semakin dahsyat, kita hadir untuk memperbaiki bagaimana sudah bobroknya moral pemuda dan remaja di tengah teknologi yang sudah banyak disalahgunakan. Mari kita sebagai mahasiswa juga sebagai santri kita yang masing-masing untuk memberikan kecerahan edukasi terkait bagaimana cara untuk memanfaatkan era teknologi yang kita rasakan pada kali ini,” ungkapnya.

Di tempat yang sama Rektor SatIAIA Ulumuddin juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada pejabat pemerintah maupun pihak terkait yang sempat hadir dan memberikan dukungan, mudah-mudahan menambah keamanan dan kenyamanan para peserta Muktamar 

“Kalian menjadi contoh sebagai mahasiswa juga sebagai santri junjung tinggi nilai nilai kepesantrenan,pesan saya stelah selesai kegiatan ini mudah mudahan kalian menjadi embrio dan ruhnya santri di tempat kalian nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. H. Wahid Wahyudi, MT. menyampaikan BEM Pesantren se Indonesia bisa silatuhrahmi dalam acara Muktamar IV, manfaat sebuah organisasi sangat besar baik untuk masyarakat maupun bagi kalian sendiri untuk menjadi kader pemimpin bangsa. Negara kita masih dalam permasalahan pandemi Covid, prokes agar diperhatikan dalam muktamar se Indonesia kali ini, dampak dari pandemi sangat besar terutama di bidang pendidikan.

“Siswa dan mahasiswa termasuk santri harus belajar jarak jauh karena pandemi Covid, di Jawa Timur terdapat 1,3 juta siswa yang harus melakukan pembelajaran jarak jauh dan ini  terjadi di seluruh Indonesia. Karena keterbatasan sarana prasarana dan pembelajaran jarak jauh itu dilaksanakan tanpa persiapan dengan baik. Jelas daya tangkap siswa tidak bisa optimal maka pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan selama masa pandemi covid ini ada penurunan kualitas pendidikan tapi saya yakin pada titik-titik tertentu nanti akan naik kembali dan akan normal kembali,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dampak ke 2 adalah pertumbuhan perekonomian baik nasional maupun di Jatim sendiri pertumbuhan ekonomi Jatim turun menjadi minus sejak awal pandemi Covid. Melemahnya kerukunan masyarakat akibat faktor identitas ideologi dan politik dan apabila 3 permasalahan mendasar itu tidak di kelola dengan baik maka akan memperpecah bela negara, pungkas Wahid. (lis)