Pengurus PWI Jombang Resmi Dilantik

Caption Foto : Bupati saat Wabup, Forkopimda dan Pengurus PWI Kabupaten Jombang

mediapetisi.net – Pengurus PWI Kabupaten Jombang periode 2021-2024 diketuai Sutono dilantik oleh Wakil Ketua Jatim Mahmud Suhermono. Disaksikan oleh Bupati dan Wakil Bupati Jombang, Forkopimda, Sekda, Staf Ahli, Asisten, Kepala OPD, Organisasi Wanita, Organisasi Pemuda dan Tokoh Masyarakat, serta keluarga besar PWI Kabupaten Jombang. Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang. Rabu (17/3/2021) 

Wakil Ketua Pengurus PWI Kabupaten Jombang Mahmud Suhermono berpesan agar media mampu menjalankan fungsinya sebagai sarana informasi, pendidikan,  hiburan, serta kontrol sosial.  

“Pekerja media harus tabayun, media harus hadir, mampu memberikan klarifikasi  disaat negara dalam carut marut,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan selamat kepada Pengurus PWI Kabupaten Jombang Periode 2021 – 2024 yang baru dilantik yang diketuai oleh Sutono. Mudah – mudahan dengan kepengurusan yang baru ini, kedepan PWI Kabupaten Jombang semakin baik, dan lebih amanah dalam menjalankan tugasnya.

“Saya mengapresiasi atas kinerja PWI Jombang yang telah turut berkontribusi dalam rangka mendukung pembangunan Kabupaten Jombang, melalui pemberitaan dan ikut membantu mempublikasikan potensi Kabupaten Jombang. Saya sangat sepakat bahwa apa disampaikan oleh Wakil Ketua PWI Jatim Bapak Mahmud Suhermono, bahwa pekerja media, wartawan harus tabayun,” terangnya.

Bupati berharap PWI Jombang terus meningkatkan SDM guna menciptakan wartawan yang kompeten dan profesional, sehingga dapat menjadi sumber informasi yang mencerdaskan untuk masyarakat. Selain itu, Putri dari Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbulloh ini juga mengapresiasi PWI Kabupaten Jombang yang juga menggelar sarasehan dengan tema Meneladani KH. Abd. Wahab Chasbulloh, harapnya.

Perhatian pemerintah Kabupaten Jombang ini luar biasa, Ketua PWI Kabupaten Jombang Sutono mengungkapkan bahwa sudah kedua kali PWI Kabupaten Jombang melaksanakan pelantikan pengurus di Pendopo Kabupaten Jombang. Bahkan dimasa pandemi Covid-19 ini Pemerintah juga telah memfasilitasi vaksin kepada para wartawan.

“Tantangan PWI kedepan sangat berat. Pers harus bisa memberikan perubahan besar secara internal dan eksternal. Insan pers dituntut untuk semakin kreatif dan profesional dalam menyajikan berita dengan berpegang teguh pada etika jurnalistik agar para wartawan berada di koridor yang tepat,” tandasnya.

Perlu diketahui tema yang diangkat dalam sarasehan dengan tema “Meneladani KH. Abd. Wahab Chasbulloh adalah  Membangkitkan Spirit Perjuangan Lewat Tulisan”.  Narasumber yang dihadirkan diantaranya Jaenal Effendi (Ketua Kyai Wahab Chasbulloh Foundation) yang diwakili Ulfa Masfufah, Nyai Hj. Machfudhoh Aly Ubaid (Putri KH  Abdul Wahab Chasbulloh), H. Abdul Mun’im, DZ (Wakil Sekjend PB NU,  serta Choirul Anam atau cak Anam (tokoh Pers Jatim yang juga sejarawan NU).

Sudah banyak kajian tentang sosok Kyai Wahab dari sisi aktivis organisasi, sisi penggerak ekonomi, serta Kyai Wahab sebagai politisi. Namun sangat jarang yang mengupas Kiai Wahab dari sisi literasi atau kepenulisan. Padahal, KH. Wahab Chasbulloh memiliki kesadaran tentang pentingnya media bagi organisasi. Dalam tulisannya, KH. Wahab mengatakan, sebuah perkumpulan yang tak memiliki media, sama dengan perkumpulan buta tuli. Maka, Kyai Wahab Chasbulloh terjun langsung menangani media pertama NU, Swara Nahdlatoel Oelama (SNO). Kyai Wahab duduk sebagai pemimpin redaksi di media tersebut. Itulah yang dikupas dalam sarasehan tersebut. (lis)