Caption Foto : Supriadi saat memberikan materi pelatihan

mediapetisi.net – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang menggelar pendidikan dan latihan perkoperasian bagi koperasi wilayah keanggotaan dalam daerah /kota yakni pelatihan akuntansi di kawasan agropolitan. Diikuti 25 orang dari 11 Koperasi Wanita yang ada di kecamatan Bareng dan Wonosalam. Sebagai nara sumber pelatihan H. Supriadi  Dosen Universitas Darul ‘Ulum Jombang Fakultas Ekonomi, program studi Akuntansi. Bertempat di Balai Desa Ngampungan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Jum’at (26/2/2021)

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi Rudy Bakhtiar saat dikonfirmasi mengatakan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang menggelar pendidikan dan latihan perkoperasian bagi koperasi wilayah keanggotaan dalam daerah /kota yakni pelatihan akuntansi di kawasan agropolitan yang diikuti 25 orang dari 11 Koperasi Wanita yang ada di kecamatan Bareng dan Wonosalam.

“Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari mulai hari Kamis tanggal 25 sampai 26 Februari 2021 dengan Narasumber Dosen Ekonomi UNDAR Jombang dan dilaksanakan di Balai Desa Ngampungan. Sebelumnya juga dilakukan pelatihan akuntansi di Balai Desa Catak Gayam yang dikuti koperasi wanita yang ada di kecamatan Mojoagung dan Mojowarno,” terangnya.

Caption Foto : antusias peserta saat mengikuti pelatihan

Sementara itu, Narasumber sekaligus Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi UNDAR Jombang H. Supriadi saat diwawancarai mengatakan UNDAR Jombang mendapatkan surat dari Dinas Koperasi dan UM Kabupaten Jombang pada tanggal 19 Februari 2021 terutama Fakultas Ekonomi untuk sebagai narasumber pada acara pelatihan akuntansi di kawasan agropolitan dengan materi akuntansi koperasi dan penyusunan laporan keuangan.

“Kebetulan Saya yang ditunjuk oleh Dekan Ekonomi sebagai nara sumber pelatihan akuntansi ini. Selain itu, Saya juga menggandeng rekan Hevi Susanti, SE, M.Si yang juga dosen program studi Akuntansi di UNDAR. Target sasarannya adalah koperasi wanita dengan jumlah peserta 25 orang 11 kopwan di wilayah kecamatan Bareng dan Wonosalam selama 2 hari. Sebelumnya saya juga memberi pelatihan pada tanggal 23 -24 Februari 2021 di Balai Desa Catak Gayam yang diikuti 11 Kopwan dari kecamatan Mojoagung dan Mojowarno. Pelatihan ini diharapkan bagi yang belum RAT dapat membuat dengan baik, sehingga koperasi dapat membuat dan menyajikan laporan keuangan/pembukuan sebagai bentuk pertanggung jawaban baik pengurus maupun pengawasnya, serta untuk persiapan RAT nantinya,” jelasnya.

Pelatihan Akuntansi tersebut merupakan bentuk kerjasama antara UNDAR Fakultas Ekonomi program studi Akuntansi dengan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jombang terkait perkoperasian dibidang akuntansi, terutama untuk laporan keuangan supaya bisa baik dengan meningkatkan kapasitas pengelolaan dan pengurusnya. Adanya kerjasama tersebut membuat Fakultas Ekonomi UNDAR merasa eksistensinya diperhatikan dan dilibatkan oleh Dinas Koperasi untuk menjadi narasumber bidang akuntansi.

“Tentu saja UNDAR Jombang menyambut kerjasama ini dan merasa dihargai, juga terhormat dilibatkan membina masyarakat di kabupaten Jombang, karena hal itu merupakan salah satu pilar tri darma perguruan tinggi pada poin pengabdian. Pilar tri darma perguruan tinggi sendiri meliputi penelitian, pengabdian dan pengajaran. Selain itu, UNDAR siap berkontribusi untuk pembangunan daerah bersama pemerintah daerah Kabupaten Jombang,” ungkap Supriadi.

Supriadi juga berharap kepada peserta pelatihan supaya dapat membuat pembukuan sederhana namun memadai sehingga mudah difahami, dikerjakan dan aman. Selain itu, setelah pelatihan akuntansi koperasi yang sudah membuat laporan keuangan semakin terpacu pengenalan dengan media yang ada untuk mempermudah dan mempercepat laporan RAT sehingga nantinya Koperasi juga dapat reward dari percepatan pengerjaan RAT. 

Selain itu, pelatihan kali ini tetap manual tetapi menggunakan laptop pakai Excel, jadi bantuan siklus akuntansi dengan excel ini diharapkan memudahkan dalam menjadikan laporan keuangan. Karena selama ini mereka selalu mengandalkan proges hanya pemasukan dan pengeluaran tapi tidak bisa menyajikan laporan secara sesuai standar akuntansi yang berlaku .

“Saya berharap setelah pelatihan ini, Kopwan bisa mengaplikasikan proses akuntansi sesuai dengan kaidah standar akuntansi, mulai dari siklus buku harian atau jurnal yakni ada jurnal umum ada jurnal khusus.  Jurnal khusus pun dibagi dua ada jurnal masuk ada jurnal keluar, setelah itu mereka masuk ke buku besar setelah itu masuk ke neraca saldo masuk ke penyelesaian dan nanti masuk pada laporan akhir sehingga laporan terakhir berupa laporan SHU,” harapnya.

Supriadi menambahkan materi terkait pencadangan terhadap piutang tak tertagih dan kemungkinan penghapusan terhadap piutang macet, bagaimana perlakuan Akuntansinya terhadap ke dua hal tersebut karena akan berpengaruh pada kewajaran laporan keuangan, pungkasnya. (Lis/zul)