Caption Foto : dr. Hanafi Sayogo Sp. B saat dialog dalam program Humas RSUD Jombang

mediapetisi.net – Dialog bersama dr. Hanafi Sayogo, Sp.B dalam program Humas RSUD Jombang menyapa terkait tata laksana penanganan Gangrene Pedia di Poli Bedah RSUD Jombang. RSUD Jombang sebagai rumah sakit tipe B pendidikan dengan predikat akreditasi paripurna dan rumah Sakit dengan tingkat kepatuhan BPJS terbaik sehingga masyarakat tidak usah ragu-ragu lagi untuk berobat. Jum’at (23/10/2020)

Dalam kesempatan itu, Dokter Spesialis Bedah dr. Hanafi Sayogo, Sp.B menyampaikan bahwa Gangrene merupakan kondisi jaringan tubuh yang mati akibat tidak mendapat pasokan darah yang cukup atau akibat infeksi bakteri yang berat. Khususnya pasien penderita diabetes harus pengobatan sempurna, karena jika disertai gangrene dan pengobatannya tidak sempurna akan sangat fatal hingga dapat terjadi amputasi pada kakinya. 

“Kondisi serius ini umumnya terjadi di tungkai, jari kaki, atau jari tangan, namun juga bisa terjadi pada otot serta organ dalam. Jika terinfeksi bakteri tidak mudah sembuh, karena pembuluh darah atau suplay ke arah kaki terjadi sumbatan dan ada kerusakan pembuluh darah yang lama dibagian kaki,” ungkapnya.

Menurut dokter spesialis bedah RSUD Jombang ini Gangrene terbagi ke dalam 6 jenis, yaitu Pertama, Gangrene kering. Kulit kering mengerut dengan warna kulit cokelat, biru, atau hitam adalah ciri Gangrene kering. Gangrene ini terjadi secara bertahap, umumnya menimpa penderita penyakit arteri perifer.

Kedua, Gangrene basah. Gangrene ini umumnya menimpa penderita diabetes yang tidak sadar saat mengalami luka di kaki. Gangrene basah bisa terjadi pada seseorang yang mengalami luka bakar atau frostbite. Ciri gangrene basah adalah kulit bengkak, melepuh, dan terlihat basah. Jika tidak segera ditangani, gangrene basah dan bisa berakibat fatal

Ketiga, Gangrene gas. Gangrene gas umumnya menyerang jaringan otot. Pada awalnya, kulit penderita gangrene gas terlihat normal. Namun seiring waktu, kulit akan terlihat pucat lalu berubah menjadi ungu kemerahan, kemudian gelembung udara akan terbentuk. 

Keempat, Gangrene internal, gangrene yang terjadi akibat terhambatnya aliran darah ke organ dalam tubuh, seperti usus atau empedu. Gangrene internal bisa menyebabkan demam serta nyeri hebat, dan bisa berbahaya jika tidak cepat ditangani.

Kelima, Gangrene Fournier. Gangrene ini menyerang daerah genital atau kelamin, dan kebanyakan penderitanya adalah karena infeksi pada area kemaluan atau saluran kemih, yang menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada kemaluan. Keenam, Gangrene Meleney. Jenis Gangrene ini tergolong langka, yang terjadi 1-2 minggu pasca operasi.

Bagi penderita diabetes, pastikan untuk selalu memerhatikan kondisi kaki apakah terdapat luka atau tanda-tanda infeksi, seperti bengkak, kemerahan, dan keluar cairan. Usahakan juga mengatur kadar gula darah. Jika berat badan Anda berlebih, cobalah untuk menguranginya. Berat badan yang ideal bisa mencegah diabetes dan penyempitan pembuluh darah.

“Untuk itu, jika tidak segera ditangani, gangren bisa menyebar dan akan berakibat fatal. Bagi masyarakat jika menderita diabetes dengan kadar gula tidak terkontrol disertai tanda-tanda awal gangren, segera mungkin periksa dan berobat di Poli Bedah RSUD Jombang karena peralatan sudah lengkap untuk penanganan gangren supaya tidak terjadi kelambatan dalam penanganan penderita itu,” terang dr. Hanafi.

Dalam hal pelayanan di Poli Bedah RSUD Jombang yang didukung 3 orang tim dokter specialis bedah, diantara nya dr. Hanafi Sayogo, Sp.B, dr. I Kadek Wira Darmika, Sp.B, dan dr. Agoeng Soeprijadi Sp.B. Poli Bedah RSUD Jombang siap melayani pasien dengan jam pelayanan hari senin – kamis jam 07.00 – 12.00 dan utuk jum’at jam 07.00-11.00.. RSUD Jombang memiliki Ahli Mikrobiologi sehingga penanganan poli bedah dapat optimal dengan adanya kultur bakteri sehingga terapi atau pengobatan¬†terhadap infeksi lebih akurat dan RSUD Jombang juga memiliki fasilitas memadai dengan peralataan medis canggih, karena RSUD Jombang merupakan RS rujukan regional wilayah Jawa timur,” pungkas dr. Hanafi. (Ila)