Caption Foto : Bupati Jombang saat sosialisasi SE protokol kesehatan dan hajatan

mediapetisi.net – Sosialisasi Surat Edaran Bupati Jombang, tentang penjelasan mengenai protokol kesehatan dalam penyelenggaraan pesta perkawinan, hajatan dan pertunjukan seni dalam hajatan oleh Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab. Dihadiri Asisten, Kabag. Humprot, Forpimcam dan eluruh Kepala Desa di wilayah Kecamatan Mojowarno. Bertempat di Pendopo Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Rabu (26/8/2020).

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab menyampaikan, penerapan Perbup mengenai penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan hajatan harus diperketat lagi, dengan menggunakan sanksi apabila masyarakat mengabaikannya. 

“Saat ini sanksi dapat dipertegas sebab telah memiliki payung hukum yang sah, yaitu Inpres No.6 Tahun 2020. untuk Gubernur maupun Bupati dalam memberikan sanksi apabila masyarakat melanggar Perbup, dengan tidak menggunakan protokol kesehatan,” ucapnya.

Lanjut Bupati, Kepala Desa harus tetap disiplin dalam mengingatkan, mengajak, menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Sebab tugas Kepala Desa adalah mensosialisasikan kepada masyarakat dan harus ditindak dengan tegas apabila ada yang tidak mematuhinya.

“Bagi desa yang sudah disiapkan untuk menjadi desa tangguh supaya segera menyiapkan karena semua harus menerapkan desa tangguh. Dengan desa tangguh berarti desa tersebut telah menerapkan protokol kesehatan,” terangnya.

Bupati juga menghimbau kepada semua yang hadir agar selain berikhtiar dengan melakukan penerapan protokol kesehatan, diperlukan pula usaha dengan berdoa dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT,  semoga pandemi segera berakhir.

“Instrusksi yang diberikan oleh Menteri Desa untuk diberikan masker kepada masyarakat, sejumlah 2 masker setiap masyarakat yang dapat diambilkan dari dana desa. Untuk mendapatkan masker, Pemerintah Desa dapat memanfaatkan dari swadaya masyarakat yang memiliki home industri, maupun keahlian dalam membuat masker,” jelasnya.

Selain itu, Bupati menyinggung mengenai sekolah, oleh Kemendikbud sudah diperbolehkan untuk melakukan sekolah tatap muka, dengan tetap menyesuaikan kondisi masing-masing daerah. Pada pelaksanaan sekolah tatap muka serentak tanggal 18 Agustus se Jawa Timur di SMA/SMK, terdapat salah satu siswa yang dinyatakan reaktif. Sehingga sekolah tatap muka untuk Kabupaten Jombang di alihkan ke Wonosalam, yang merupakan salah satu daerah berzona putih. Saat ini Kabupaten Jombang berzona merah, karena terdapat cluster baru, pungkasnya.

Perlu diketahui, usai sosialisasi Bupati Jombang menyerahkan termogan secara simbolis kepada Kepala Desa Karanglo dan dilanjutkan sosialisasi di kecamatan Bareng. (Ila)