Caption Foto : Sekretaris Dikbud saat memukul gong membuka wushu

mediapetisi.net – Kejuaraan Wushu Piala Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Jombang dibuka oleh Sekretaris Dikbud ditandai dengan pemukulan gong. Didampingi Ketua Yayasan dan Keluarga Pesantren Tinggi Darul Ulum, Ketua KONI, Forpimcam Peterongan dan Jogoroto. Bertempat di Gelora UNIPDU kompleks Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang. Sabtu (11/1/2020).

Sekretaris Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Jumadi mengatakan dalam kejuaraan tersebut nantinya diharapkan menghasilkan atlet yang luar biasa dan piala Dikbud ini tidak hanya berfokus pada potensi akademik, tetapi juga potensi non akademik yang salah satunya adalah olahraga wushu untuk pengembangan bakat diluar potensi akademik yang dimiliki oleh anak.

“Dikbud akan terus mendukung setiap ajang yang positif juga sebagai bentuk dukungan diberbagai bidang salah satunya wushu yang nantinya akan mencetak atlet luar biasa yang mampu bertanding hingga tingkat olimpiade hingga Internasional dengan semangat. Kita datang, Kita bertanding, Kita menang,” ungkapnya.

Setiap pertandingan ada yang menang dan kalah, bagi yang menang diharapkan tidak berbangga diri dan yang kalah tidak pesimis diri dan harus selalu siap untuk menang maupun kalah sebagai petarung sejati, harap Jumadi kepada atlet untuk menjadikan atlet Kabupaten Jombang semakin berprestasi, pesan Jumadi.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia kabupaten Jombang, Tito kadar Isman sangat mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan wushu Kabupaten piala Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupten Jombang, bahkan sempat terkejut karena tidak hanya Kabupaten Jombang yang hadir dan ikut serta meramaikan kejuaraan wushu tersebut tetapi juga beberapa Kabupaten/kota luar Kabupaten Jombang.

“Saya berharap atlet agar bekerja dengan sportivitas yang tinggi, sehingga atlet berprestasi tidak terlepas dari satu pelatih, pengurus harus solid, wali atlet yang baik dan pelatih yang mempuni. Pada event kejuaraan yang paling dominan adalah teknik yang baik, penilaian wasit dan juri, sehingga penilaian yang diberikan secara profesional dan menjadi penilai jujur sehingga yang terbaik menjadi juara, karena kejuaran ini akan berjenjang untuk persiapan Porprov 2021 nantinya,” harapnya.

Atlet Kabupaten Jombang nantinya menjadi barometer KONI di ajang Porkab, Porprov, Seagame, bahkan pada tahun 2019 wushu berhasil menyumbang 3 medali perunggu di ajang Porprov dan pada tahun 2021 diharapkan dapat menyumbangkan emas bagi Kabupaten Jombang, jelas Tito.

Sedangkan Ketua wushu Jombang H. Muhammad Zulfikar As’ad menjelaskan, Kejuaraan wushu ini tidak hanya diikuti oleh Kabupaten Jombang, tetapi juga daerah lain yang ada di Jawa Timur diantaranya Banyuwangi, Ngawi, Surabaya, Nganjuk dan beberapa lainnya. Kejuaraan wushu bekerjasama dengan Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, karena peserta merupakan pelajar.

Zulfikar yang akrab dipanggil Gus Ufik  sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada panitia dan wali atlet atas jerih payahnya dalam pelaksanaan kejuaraan wushu yang merupakan wadah untuk melatih atlet wushu. Wushu merupakan olahraga yang berasal dari negara tetangga yang sudah berumur ratusan tahun, sedangkan untuk meraih kesuksesan, para atlet harus terus berlatih.

“Forum ini sebagai bentuk latihan dan menambah pengalaman agar dapat meningkatkan diri yang diharapkan dari Jombang nantinya akan terlahir atlet wushu tingkat Provinsi, Nasional, bahkan hingga tingkat sea games, ASEAN games dan Olimpiade dan ini juga untuk meningkatkan kredibilitas Wushu dengan pembinaan dari KONI Kabupaten Jombang,” pungkas Gus Ufik. (rin)