Caption Foto : Bupati Jombang, Kapolres, Dandim 0814 dan Pimpinan yang dilantik

mediapetisi.net – Pelantikan pimpinan cabang gerakan pemuda Ansor kabupaten Jombang masa khidmat 2018-2022 dengan tema “merawat kebersamaan memperkokoh gerakan”. Dihadiri Bupati Jombang,Kapolres, Dandim 0814, ketua DPRD Jombang dan Anggota, Wakil ketua umum GP Ansor pusat, Seluruh banom NU, Ketua KONI Jombang, lintas agama, tokoh masyarakat, FKUB, Ketua KPU, Ketua Bawaslu, OJK, Manulife Manajemen dan FKMJ. Bertempat di Aula PC NU kabupaten Jombang. Sabtu (19/10/2019).

Bupati Jombang, Hj. Mundjidah Wahab mewakili Forkopimda kabupaten Jombang dan seluruh masyarakat memberikan ucapan selamat atas pelantikan yang telah dilaksanakan. Dengan pelantikan tersebut dapat meningkatkan kinerjanya, tidak hanya mengawal alim ‘ulama, tidak untuk sesama anggota, namun untuk seluruh masyarakat, terutama di Kabupaten Jombang. GP Ansor merupakan garda terdepan untuk membela agama, nusa dan bangsa, serta bermanfaat untuk seluruh umat manusia.

“Kami berharap, agar GP Ansor membuat program yang bersinergi dengan pembangunan yang ada di Kabupaten Jombang sebagai pengawal pembangunan, untuk Jombang kedepan yang lebih baik,” harapnya.

Mundjidah mengajak seluruh elemen masyarakat dan generasi muda untuk memerangi peredaran Narkoba di Kabupaten Jombang. GP Ansor adalah organisasi kemasyarakatan yang ada mulai dari tingkat bawah, yaitu desa hingga tingkat pusat. GP Ansor juga telah bekerjasama dengan Forkopimda yang ada di Kabupaten Jombang untuk Jombang yang lebih baik kedepannya, ajaknya.

Sementara itu, Wakil ketua umum GP Ansor pusat, Syaikhul Islam mengatakan supaya kadernya belajar berorganisasi lebih baik. Mewakili ketua umum, Syaikhul juga menekankan hal yang berkaitan dengan kedisiplinan organisasi GP Ansor karena GP Ansor merupakan organisasi kepemudaan yang paling di segani, karena tidak ada yang lebih eksis sepanjang sejarah Negara RI yang melebihi Ansor. Untuk itu sebagai kader harus menjaga dan menghormati organisasi Ansor. 

“Kabupaten Jombang dan Provinsi Jawa Timur merupakan cluster I yang menjadi contoh di seluruh Indonesia, karena Jombang tempat lahir dan tumbuh kembangnya NU. Kepada ketua Cabang Jombang diharapkan untuk menata organisasi Ansor agar lebih baik lagi, akreditasi ditingkatkan dan kedisiplinan organisasi diperkuat dan dijaga. Adminisitrasi kedepan Ansor akan lebih tertib dan masuk pada digitalisasi administrasi yang seluruhnya akan diproses secara online sehingga tidak menghambat kelangsungan organisasi,” terangnya.

Ketua umum GP Ansor cabang Jombang, H. Zulfikar Damam ikhwanto ¬†menyampaikan bahwa ada beberapa problem kritis yang sudah dikaji dalam realita di kader Ansor se Kabupaten Jombang, diantaranya rendahnya tingkat pendidikan kader, penyerapan didunia kerja yang masih rendah sehingga banyak pengangguran, kemiskinan dan ketidakmandirian. Pada periode 2014-2018 Zulfikar telah merubah mainset agar kader lebih mandiri secara mandiri dan jam’iyyah sehingga dapat masuk dalam masyarakat. Selain itu, banyak program yang dilanjutkan untuk menjawab persoalan yang ada dan persoalan pemuda saat ini, terkait dengan radikalisme atas nama agama, kehidupan bebas dan Narkoba.

“GP Ansor ingin menjawab segala persoalan multidimensi yang berada dilingkungan masyarakat di Kabupaten Jombang dengan menggerakkan seluruh kader Ansor dan lebih ditertibkan, serta bersinergi dengan berbagai bidang. Dalam GP Ansor terus dilakukan pelatihan khusus, kaderisasi dan menguatkan komitmen, serta menggerakkan ekonomi dan potensi yang dimiliki kader di masing-masing desa, salah satunya dengan melauching Ansormart Networking,” ujarnya.

Zulfikar sangat senang dengan tawaran untuk bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Jombang dengan terus mencoba menyambut dengan baik dengan program yang sesuai dengan yang telah direncanakan dan diprogramkan. Zulfikar juga berharap agar kekompakan dan kebersamaan GP Ansor agar terus terjaga. Kehadiran dari berbagai lintas agama dan organisasi yang ada di Kabupaten Jombang menunjukkan GP Ansor telah berjalan on the track yang memiliki komitmen kebangsaan, NKRI harga mati, Pancasila Jaya, berspirit Bhineka Tunggal Ika. GP Ansor saat ini tengah berbenah dalam berbagai hal, salah satunya terkait administrasi. 

“GP Anshor harus komitmen terhadap agama dengan menghidupkan majlis dzikir dan sholawat, komitmen kepemudaan dengan menjawab segala problematika yang dialami pemuda di Kabupaten Jombang dan lingkungan sekitar dan komitmen kemasyarakatan yang harus terus dilakukan agar bermanfaat bagi orang lain, serta komitmen kebangsaan yang harus terus terpatri dalam dada,” pungkasnya. (rin)