Caption Foto : Kasat Resnarkoba dan Kabag. Operasional PDAM saat diwawancarai

mediapetisi.net РSatuan Resnarkoba Polres Jombang kembali melakukan Pengecekan Urine, kali ini pada semua pegawai di Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Jombang. Dihadiri Kabag. Operasional PDAM Kabupaten Jombang Slamet, Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP. Mukid, Kbo Resnarkoba Polres Jombang IPTU Pranan Edi dan Paur kesehatan Polres Jombang Lilik Widajati Amd.keb. Bertempat di Gedung Aula PDAM  Kabupaten Jombang. Kamis (10/10/2019)

Kepala Bagian Operasional PDAM Kabupaten Jombang ketika diwawancarai mengatakan PDAM melakukan tes urine karena PDAM turut serta memerangi narkoba. Indikasi peredaran Narkoba di PDAM tidak ada, namun sebagai upaya pencegahan agar karyawan PDAM tidak menggunakan Narkoba. Jumlah karyawan yang melakukan tes urine berjumlah 33 orang dari total keseluruhan 40 orang, nanti yang belum mengikuti tes urine dapat menyusul, jelasnya.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP. Moch. Mukid SH mengatakan kalau sudah mendapatkan permohonan dari Direktur PDAM Jombang untuk pelaksanaan tes urine dari pegawai PDAM dan diterima serta langsung melaksanakan tes urine kepada seluruh pegawai PDAM.

“Berkaitan dengan adanya penangkapan kasus narkoba jaringan ASN sebulan yang lalu Pemkab Jombang dengan tersangka 2 orang dan telah ditangani. Untuk itu, Bupati dan pejabat Pemda mengintruksikan untuk mata rantai jaringan peredaran Narkoba di kalangan ASN. Para OPD memohon kepada Satuan Resnarkoba untuk melaksanakan tes urine termasuk PDAM. Saya mengapresiasi kepada Direktur PDAM dan seluruh pegawai yang mau ikut dalam rangka pencegahan peredaran Narkoba di kabupaten Jombang,” ungkapnya.

Jika ada permohonan dari instansi terkait untuk pelaksanaan tes urine, bila ditemukan ada yang positif akan diberikan pengobatan dan dibawa ke BNN untuk dilakukan rehabilitasi jika positif mengandung narkotika, namun jika bukan narkotika tidak akan dilakukan rehabilitasi. 

“Hasil tes urine yang dilaksanakan di PDAM, pegawainya berjumlah 33 orang seluruhnya negatif dan sisanya yang masih belum tes karena tugas diluar akan menyusul untuk melakukan tes urinen,” pungkas Mukid. (rin)